Kerajinan Tangan Eceng Gondok yang Tembus hingga ke Pasar Jepang

Kerajinan Tangan Eceng Gondok yang Tembus hingga ke Pasar Jepang - GenPI.co
Beberapa kerajinan tangan anyaman eceng gondok Isna Puring yang tembus pasar luar negeri. Foto: Isna Puring untuk Genpi.co.

GenPI.co - Tanaman eceng gondok seringkali dianggap sebagai gulma atau sarang hama. Namun, di tangan Tinsawati, tanaman itu mampu disulap menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi tinggi.

Eceng gondok itu dikeringkannya, lalu dianyam menjadi berbagai kerajinan tangan. Penjualannya bahkan tembus hingga ke pasar Singapura dan Malaysia.

Isna, begitu sapaannya, mulanya membawa pulang beberapa ikat eceng gondok sepanjang 50 centimeter. Setelah dikeringkan beberapa hari, dia kemudian mulai bereksperimen membuat anyaman berbahan dasar eceng gondok.

BACA JUGA:  Suka Tantangan, Daffa Kini Sukses Jalani Coffee Shop Kopilivium

Semua proses itu dilakukan di kediamannya di Bukit Ayu Lestari Blok B1 No 8, Kecamatan Sei Beduk, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

“Awalnya cuma buat vas bunga, kotak tisu, sendal, dan topi bundar. Lalu beberapa tetangga melihat dan ada yang mau beli,” katanya kepada GenPi.co Kepri, Sabtu (22/1).

BACA JUGA:  Tinggalkan Gaji Rp 27 Juta, Abdi Bangun Coffee Shop, Sukses

Di awal kariernya itu, dia hanya memanfaatkan beberapa barang di sekitar rumahnya saja untuk dijadikan contoh anyaman. Perlahan, anyamannya berkembang menjadi kursi, meja, bahkan karpet.

Seluruh prosesnya pun Isna pelajari secara autodidak. Mulai dari pengambilan eceng gondok, proses pengeringan, sampai menganyamnya jadi satu produk.

BACA JUGA:  Berkah Awal Tahun Berlanjut, Rezeki 3 Zodiak Berlimpah, Sukses!

“Sebelumnya saya sudah menyaman, tapi bahannya dari benang dan kain. Kalau eceng gondok kan bahan dan teksturnya beda,” kata dia.

Berita Selanjutnya