Menyusuri Wisata Pagar Alam

Oleh: Robby Sunata

Tempat penginapan di Pagar Alam, dengan suasana yang nyaman dan indah. (Foto: Rooby Sunata
Tempat penginapan di Pagar Alam, dengan suasana yang nyaman dan indah. (Foto: Rooby Sunata

Pagar Alam adalah kota yang berada di 298 kilometer di sebelah barat kota Palembang. Dengan ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Letaknya berada di kaki Gunung Dempo, gunung tertinggi ketiga di Pulau Sumatera. Bagian lerengnya dijadikan perkebunan teh. 

Konon, teh Gunung Dempo digemari oleh bangsawan kerajaan Belanda. Teh dikelola oleh PT PTPN VII, terdapat pula banyak kebun kopi di Pagar Alam, dengan pohon yang ada tepat di tepi jalan. kebun ini dikelola oleh warga sendiri. Lalu Terdapat 2 air terjun menyegarkan yang hanya berjarak 10 menit dari pusat kota Pagar Alam. Tempat tetirah dengan pemandangan indah dengan fasilitas alami untuk anak bersenang-senang. Sempurna. 

Jumat pekan lalu, saya berada di sebuah restoran di kota Muara Enim, 4 jam dari Palembang. Kota ini terletak di antara Palembang dan Pagar Alam sehingga menjadi pilihan yang pas untuk menjadi tempat beristirahat. 

Kami makan di sebuah restoran pindang bernama ‘Pindang Bu Sri’ yang lokasinya menarik. Pindah bu Sri berada sedikit di luar kota Muara Enim. Bagian depan yang luas untuk parkir, bagian belakang menjadi tempat makan yang disiapkan dalam bentuk beberapa pondok. 

Bukit Jempol, Bukit Facebook dari Lahat 

Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan. Menjelang masuk ke kota Lahat kami disambut oleh sebuah bukit dengan bentuk seperti tangan yang menggenggam dengan jempol teracung, ikonik. Bukit ini oleh warga Lahat disebut dengan nama Bukit Jempol. 

Saya berhenti sejenak untuk berfoto dengan latar Bukit jempol. Memasuki sebuah jalan di desa Ulak Pandan yang kecil tapi bersih dan sepi, warganya ramah menunjukkan tempat yang tepat untuk berfoto yang sudah mereka siapkan, namanya Pelancu. 


Menyusuri Wisata Pagar Alam


Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS