Cicipi Sagon Kuliner Khas Wonosobo

Cicipi Sagon Kuliner Khas Wonosobo - GenPI.co
Jajanan sagon khas Wonosobo. (Foto: Weningtyas)

Kuliner khas daerah selalu menjadi pengingat dan hal yang dirindukan setiap wisatawan yang pernah berkunjung ke suatu daerah. Berbicara tentang Wonosobo dan kuliner, yang biasa dikenal orang adalah mie ongklok dan tempe kemul, padahal ternyata ada satu lagi kuliner tradisional yaitu Sagon.

Walaupun Pasar Induk Wonosobo sempat beberapa kali diterpa kebakaran, populasi pedagang makanan tradisional yang berbahan dasar kelapa, tepung ketan dan gula pasir di pasar Induk Wonosobo ini tidak pernah surut atau berkurang. Bahkan, selain di tempat relokasi pasar di jalan Kliwonan, banyak yang kemudian berjualan di tempat-tempat yang terjangkau publik seperti Sagon Bu Ning di depan GKJ Wonosobo dan juga di perempatan Varia Wonosobo.

Baca juga: Demplo Bakar, Ikon Baru Kuliner Anggrunggondok Wonosobo

Meski tergolong jajanan kuno dan murah, sagon masih tertinggal dibanding jajan pasar yang lain, mengingat pengemasan sagon yang masih tradisional dan harus dibuat mendadak. Peralatan membuat sagon pun sangat praktis dan dinilai sanggup memenuhi kriteria hemat energi dan melestarikan tradisi. Pembuatannya sangat mudah, yakni dengan mencampur tepung ketan, parutan kelapa, dan gula pasir dalam cetakan dan dan ditindih menggunakan piring seng yang diberi potongan arang menyala, kemudian dipanaskan langsung di atas tungku arang, hanya sekitar 2 menit.

Rukayah, penjual sagon yang masih bertahan di bangunan Pasar Induk meyakini bahwa sagon sangat berpotensi menjadi kuliner khas. “Harapan saya, pelajar bisa ikut melestarikan kuliner tradisional dan juga mempromosikan kekayaan budaya lewat makanan. Ditambah lagi jumlah penjual sagon masih cukup banyak. Hemat energi dan sudah turun-temurun,” ungkapnya.

Untuk bisa menikmati sepotong sagon yang hangat, hanya diperlukan merogoh kocek sebesar Rp3.500. Penggemarnya pun tidak terbatas pada kalangan orang tua, namun pelajar mulai dari usia SMP juga masih cukup banyak.

“Dulu yang saya tahu, sagon hanya ada di pasar induk lantai atas. Seharusnya makanan khas seperti sagon dijadikan Kuliner Khas dan dikemas untuk toko oleh-oleh. Banyak juga teman dan kerabat dari luar kota yang kangen dengan sagon dan minta dibawakan sebagai oleh-oleh,” kata Udani, penggemar sagon.

Berita Selanjutnya
Nusantara