Kebun Kalalili, Pencetus Green Souvenir di Wonosobo

26 Februari 2019 16:38

Konsep pernikahan terus berkembang. Tak lagi yang itu-itu saja. Ini membuat para vendor juga tidak berlomba-lomba menyuguhkan ide dan konsep terbaik yang ditawarkan untuk para pemakai jasanya. Tidak hanya untuk konsep acara semata,  venue, gaun, bahkan untuk suvenir pun merupakan satu paket yang bisa  didesain sesuai tema yang diinginkan.

DI Wonosobo, Jawa Tengah,  tema alam, minimalis dan go green sedang menjadi konsep yang paling digemari.  Banyak vendor di Wonosobo yang sudah mulai menawarkan tema-tema sesuai tren. Salah satunya adalah Kebun Kalalili yang beralamat di Jagalan, Selomerto, Wonosobo. Usaha souvenir yang didirikan Edy Riyanto sejak tahun 1980-an ini sering mendapatkan pesanan dari berbagai macam kalangan.

Kebun Kalalili mengelola budidaya kaktus, sukulen, bromelia, sansiviera, anggrek dan berbagai macam tanaman hias lainnya. Tidak hanya dilirik oleh penduduk lokal, banyak pula peminat dari luar kota sebagai penghias rumah maupun green souvenir. Pesanan datang dari Pemalang, Banjarnegara, Purwokerto, hingga Jawa Timur dan Yogyakarta.

Salah satu pengunjung sedang memilih tanaman.

“Saya ingin mendukung penuh program Go Green dan ingin membantu mewujudkan Wonosobo menjadi kota sejuta bunga, mengedukasi masyarakat agar lebih menjaga dan mencintai tanaman. Harapan lain, budidaya dan usaha tanaman hias ini juga bisa memberikan dampak ekonomi dan bisa mensejahterakan masyarakat,” ujar Edy.

Selain menyediakan berbagai macam tanaman hias dan juga untuk pembuatan taman, kebun ini juga banyak spot instagramable. Sudut-sudut itu kerap dimanfaatkan sebagai latar foto oleh pengunjung dan pembeli yang datang. 

Dengan luas   sekitar 800 meter persegi, terdapat ribuan tanaman dengan jenis yang berbeda. Harga yang ditawarkan pun bervariasi tergantung jenis, besar kecilnya tanaman dan juga jenis pot yang diminta. Umumnya dimulai dari 10ribu per satuannya. Jenis tanaman yang paling laris yaitu kaktus kecil untuk pajangan meja dan juga anggrek.

Kebun Kalalili yang berjarak kurang lebih 7 km atau sekitar 15 menit dari Alun-Alun Wonosobo ke arah selatan ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Halaman parkirnya cukup luas. Di tempat itu juga terdapat usaha studio musik, rias dan kursus pengantin. Juga ada semacam area semi outdoor yang nyaman untuk santai dan rutin untuk kegiatan komunitas. 

spot selfie yang instagramable

Salah satu pelanggan, Erna Swarasti dari Purwokerto mengaku mengetahui informasi kebun dari akun instagram. “Saya tahu kebun ini dari instagram @kebunkalalili, kebetulan 3 bulan lalu saya menikah memesan souvenir kaktus dan sukulen di sini,” ujarnya.

Erna juga senang karena suvenir tersebut harganya terjangkau dan banyak variannya. “Biasanya kalau kaktus seperti ini harus pesan ke Lembang, Bandung. Tapi ternyata yang dekat, di Wonosobo juga ada. Sekarang saya ajak teman yang mau menikah juga untuk pesan di kebun Kalalili,” tambahnya.

Pengunjug lain bernama  Ely yang adalah  karyawan Bank Jateng juga merasa puas memesan produk di kebun Kalalili untuk souvenir di hari pelanggan. Bahkan, souvenir itu tidak hanya dibagikan untuk nasabah di Bank Jateng Wonosobo, namun juga Bank Jateng Kebumen dan sekitarnya.

Sepanjang tahun lalu, Kebun Kalalili meluncurkan produk souvenir sukulen dan kaktus mini, yang bisa digunakan sebagai suvenir pernikahan, ulang tahun dan sebagainya. Tahun ini, Kebun Kalalili mencoba membuat kemasan lain yaitu parcel tanaman dalam bentuk terrarium, yang semuanya itu bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan produk produk yang inovatif dan punya daya saing.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Paskalis Yuri Alfred

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co