Analisisnya Salah Semua, Ancaman Ini Nyata Buat Pemerintah Jokowi

27 April 2021 09:38

GenPI.co - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan aksi ekstremisme saat ini bukan hanya didorong oleh faktor ekonomi dan kesejahteraan.

Namun, alasan tersebut sudah bergeser menjadi persoalan ideologi, demokrasi dan politik.

BACA JUGA: Nyanyian Maut Refly Bakal Meledak, Mahfud-Habib Rizieq Bisa Kaget

"Ada kekosongan jiwa sehingga gampang dipengaruhi, termasuk untuk menjadi pelaku bom bunuh diri,” ujar dia daam pernyataannya saat ditemui di DPR RI, Senin (26/4/2021) kemarin.

Dia juga menyebutkan faktor lain, yakni kurangnya pengetahuan, dan teladan yang bisa mereka temukan.

“Mengapa gerakan anti Pancasila makin banyak karena mereka tidak melihat dengan Pancasila Indonesia makin baik dan makmur," terang Abdul Mu'ti.

Selain itu, keterlibatan generasi muda dalam aksi ekstremisme juga dipengaruhi minimnya ruang terbuka yang bisa menjadikan mereka berekspresi dengan leluasa.

"Harus ada evaluasi sejauh mana keberhasilan kita mengantisipasi ekstremisme, yang pasti, penanganan ekstremisme harus menjadi kebutuhan bersama atau semesta partisipatif,” tutur Abdul Mu’ti.

BACA JUGA:  Pernyataan Keras Rocky Bergemuruh, Pemerintah Jokowi Bisa Kaget

Seperti diketahui, maraknya aksi radikalisme dan bom bunuh diri, itu terlihat jelas dalam kurun 2000-2020.

Selama itu tercatat 553 serangan teror di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tak hanya itu, pelakunya pun generasi milenial.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Luthfi Khairul Fikri Reporter: Mia Kamila

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co