Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Rencana Pajak PPN Sekolah Dinilai Kontraprodukdif Saat Pandemi

Ilustrasi - Seorang siswa menghadiri upacara pencanangan Gerakan Ayo Masuk Sekolah di Lapangan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (22/3/2021). (FOTO: ANTARA/HO-Diskominfo Garut)
Ilustrasi - Seorang siswa menghadiri upacara pencanangan Gerakan Ayo Masuk Sekolah di Lapangan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (22/3/2021). (FOTO: ANTARA/HO-Diskominfo Garut)

GenPI.co - Rencana pemerintah mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di sekolah dinilai bertentangan dengan upaya pemulihan pendidikan di Indonesia.

Terlebih di masa pandemi Covid-19, biaya pendidikan yang semakin tinggi semakin mengancam upaya Indonesia memajukan sumber daya manusianya.

BACA JUGA:  PPnBM 0 Persen Berlaku Bikin IHSG Melesat, Saham BMRI & BSDE Top

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Nadia Fairuza mengatakan masa pandemi Covid-19 yang sudah melanda Indonesia dua tahun ini seharusnya menjadi pertimbangan lebih bagi pemerintah agar tak mengenakan pajak di sektor pendidikan.

"Dampak pandemi pada sektor pendidikan seharusnya bisa menjadi pertimbangan sebelum pengenaan PPN ini benar-benar diberlakukan," kata Nadia dalam siaran pers yang diterima Genpi.co, Jumat (11/6/21).

Nadia menjelaskan, banyak sekolah-sekolah swasta berbiaya rendah mencoba bertahan di tengah situasi yang serba sulit ini.

BACA JUGA:  Sembako Akan Dikenakan PPN, Ikatan Pedagang Pasar Protes

Mereka hanya mengandalkan pendapatan orang tua murid yang banyak terganggu selama pandemi Covid-19.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistis (BPS) per Februari 2021, ada 19,10 juta penduduk usia kerja terdampak pandemi Covid-19. Sebanyak 1,62 juta penduduk diantaranya menganggur dan 1,11 juta penduduk tidak bekerja karena pandemi.

"Belum lagi mempertimbangkan dampak dari learning loss akibat pandemi pada peserta didik," ungkapnya.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING