Dokter Sekaligus Dosen ini Sebar Hoax, Tercyduk Deh!

Akibat perbuatannya, dokter sekaligus dosen yang menyebarkan hoax ini harus berurusan dengan hukum. (Foto: Kementerian Kominfo)
Akibat perbuatannya, dokter sekaligus dosen yang menyebarkan hoax ini harus berurusan dengan hukum. (Foto: Kementerian Kominfo)

GenPI.co - Salah satu hoax yang menyebar pada aksi 22 Mei lalu adalah mengenai seorang remaja 14 tahun yang tewas tertembak. Pihak terkait pun bergerak cepat. Alhasil Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar berhasil meringkus sang penyebar berinisial DS.Menariknya, DS ini adalah seorang dokter. 

Selain berprofesi sebagai dokter, Dirreskrimsus Polda Jabar Kombes Samudi mengatakan DS juga merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi di Bandung.

"Yang bersangkutan kita lakukan penangkapan karena di akun facebooknya ini membuat berita berita bohong yang dapat menimbulkan keonaran, berkaitan dengan kejadian di Jakarta, 22 Mei kemarin," kata Samudi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (28/5)

Baca juga: Sebar Hoax, Mustofa Nahrawardaya Diciduk Polisi 

Samudi menyebutkan, konten sebaran hoax tersangka memiliki potensi menimbulkan kebencian dan kemarahan kepada institusi Polri. Apalagi, kata dia, konten tersebut dapat dibaca oleh semua orang karena media sosial terbuka untuk umum.

"Siapapun yang membaca ini akan menimbulkan kebencian dan amarah kepada institusi Polri yang apabila ini tidak disaring dan dijelaskan, betapa bahayanya," katanya.

Dia menyayangkan kejadian tersebut karena dilakukan oleh seorang akademisi. Dengan demikian, kata dia, sebagai seorang yang intelek DS seharusnya membantu pemerintah dan aparat keamanan dalam hal memberikan penyejukan pemahaman edukasi kepada masyarakat pengguna medsos.


"Kalau ada berita tidak benar ini saring dulu, jangan berita-berita yang tidak jelas dan belum tentu kebenarannya ditambahi, dibumbui, kemudian disebarkan," kata Samudi.


RELATED NEWS