Ledakan Dahsyat, Bom Jenis Lontong Bikinan Teroris Poso

Ledakan Dahsyat, Bom Jenis Lontong Bikinan Teroris Poso - GenPI.co
ilustrasi - Sejumlah aparat bersenjata lengkap berjaga-jaga usai teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu,28 Maret 2021. (Foto: Antara/Darwin Fatir)

GenPI.co - Wakasatgas Humas Operasi Madago Raya, AKBP Bronto Budiyono mengatakan bom lontong milik terduga teroris Mujahidin Islam Timur (MIT) Poso memiliki daya ledak tinggi berdasarkan hasil pengujian.

"Radius ledakan 30 meter hingga 50 meter dapat melukai orang," kata Bronto seperti yang dilansir dari Antara, Sabtu, 24 Juli 2021.

Bronton menjelaskan, Detasemen Gegana SatBrimoda Polda Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Satgas Madago Raya menguji kekuatan bahan peledak yang ditemukan dalam kandungan bom lontong milik terduga teroris B alias AA alias A.

BACA JUGA:  Antisipasi Teroris Poso, Densus 88 Antiteror Siaga di Sultra

Terduga teroris B alias AA alias A, tewas tertembak dalam baku tembak yang terjadi di Desa Tolai Induk, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (17/7/21) lalu.

Dalam insiden tersebut petugas menemukan sejumlah barang bukti di antaranya, satu pucuk senjata api jenis Revolver, dua buah bom lontong, satu bilah golok dan pakaian bermotif loreng.

BACA JUGA:  Terjadi Kontak Tembak, Seorang Buronan MIT Poso Tewas

"Pengujian ini bagian dari penyidikan dalam rangka penegakan hukum tindak pidana terorisme," kata Bronto yang juga organik Divisi Humas Mabes Polri.

Pengujian kekuatan bahan peledak tersebut dilakukan di Mako Detasemen B Pelopor Satbrimob Polda Sulteng di Ladangan disaksikan langsung Dirreskrimum Polda Sulteng dan Penegakkan Hukum (Gakkum) Operasi Madago Raya.

BACA JUGA:  Cuaca Berkabut, Jenazah 2 DPO MIT Poso Belum Dievakuasi

Dalam pengujian tersebut, kata Bronto, setelah material diurai oleh Gegana, lalu diperiksa oleh Puslabfor Mabes Polri ditemukan ada beberapa unsur bahan peledak dan beberapa materi di dalam bom lontong tersebut.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara