Buat Para Ibu Hamil, Ada Kabar Gembira Terkait Vaksin Covid-19!

Buat Para Ibu Hamil, Ada Kabar Gembira Terkait Vaksin Covid-19! - GenPI.co
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 kepada ibu hamil. Foto: Ricardo/JPNN.com

GenPI.co - Ada kabar gembira untuk para ibu hamil terkait vaksinasi Covid-19.
 
Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) bersama Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), telah menyelesaikan form skrining untuk ibu hamil, terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
 
Pihak POGI bersama Kementerian Kesehatan dan BKKBN juga sudah menyiapkan form pencatatan untuk memantau semua ibu hamil yang akan mendapatkan vaksinasi.

Menurut Sekjen POGI Prof Budi Wiweko, ibu hamil nantinya harus melakukan serangkaian skrining untuk memastikan tidak mengalami tanda-tanda preklamsia berat, sebelum melakukan vaksinasi. 
 
"Hal yang terakhir nanti setelah dilakukan vaksin tentu harus dilakukan pemantauan, dengan catatan bagaimana dengan perkembangan bayi selama kehamilan dan juga sampai dengan persalinan," ujar Prof Budi dalam jumpa pers virtual pada Jumat (30/7). 
 
Menurut Prof Budi, saat ini pihaknya hanya tinggal menunggu surat edaran vaksinasi untuk ibu hamil.

Ia berharap bisa dikeluarkan pada pekan depan.
 
"Semoga nanti petunjuk teknisnya bisa segera dikeluarkan, sehingga tidak ada lagi ibu hamil masuk dalam kategori eksklusif untuk dilakukan vaksinasi."

BACA JUGA:  Mau Vaksin Covid-19 Sekaligus Dapat Sembako? Ini Caranya

Lebih lanjut, Prof Budi mengatakan bahwa semua vaksin pada dasarnya aman untuk ibu hamil. 
 
Hanya saja penelitian vaksin untuk ibu hamil saat ini baru dilakukan oleh Pfizer dan Moderna. 
 
"Memang berdasarkan semua studi di hewan, semua platform vaksin aman untuk ibu hamil," kata Prof. Budi. 
 
Menurut Prof. Budi vaksinasi untuk ibu hamil akan diberikan Sinovac dan AstraZeneca, tergantung dari ketersediaannya. 
 
"Jenis vaksinnya bisa apa saja tetapi paling banyak Sinovac. Moderna itu khusus untuk nakes dosis ketiga, itu juga kalau dia sudah dapat dua dosis Sinovac," pungkas Prof. Budi. (Antara/jpnn)

Kalian wajib tonton video yang satu ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara