Antisipasi Kekeringan, PUPR Pantau Kondisi 16 Waduk Utama Ini!

Kementerian PUPR akan melakukan pemantauan kondisi 16 waduk utama, dan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau (foto: Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR akan melakukan pemantauan kondisi 16 waduk utama, dan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau (foto: Kementerian PUPR)

GenPI.co— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pemantauan pada 16 waduk utama, dan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi musim kemarau. 

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengemukakan 16 waduk utama yang dipantau tersebut adalah Jatiluhur, Cirata, Saguling, Kedungombo, Batutegi, Wonogiri, Wadaslintang, Sutami, Bili-bili, Wonorejo, Cacaban, Kalola, Solorejo, Way Rarem, Batu Bulan, dan Ponre-ponre.

Baca juga:

Musim Kemarau, Embun Salju Muncul di Gunung Bromo

Waspada, 9 Daerah di Sumbar Menuju Musim Kemarau

Ia mengatakan lahan pertanian yang mengalami dampak kekurangan air pada musim kemarau pada tahun ini, adalah sawah tadah hujan dan sawah yang mengandalkan irigasi teknis dari bendungan yang bergantung pada debit air sungai. 

Dari 16 waduk utama dengan kapasitas minimal 50 juta meter kubik, 10 waduk dalam kondisi di bawah rencana dan 6 waduk lainnya dalam kondisi normal. 

Terpantau per 30 Juni 2019 volume ketersediaan air dari 16 waduk utama tersebut sebanyak 3.858,25 juta meter kubik dari tampungan efektif sebesar 5.931,62 juta meter kubik. 

Sementara luas area yang bisa dilayani 16 bendungan tersebut adalah 403.413 hektare dari total 573.367 hektare. Untuk 75 waduk lainnya dengan skala kecil sampai menengah kondisinya 10 normal, 58 di bawah rencana, dan 7 kering.

“Waduk dengan kondisi di bawah rencana akan mengalami penyesuaian pola tanam yang pengaturannya ditentukan oleh perkumpulan petani pengguna air,” kata Hari, Jumat (12/7/2019).

Antisipasi yang dilakukan Kementerian PUPR dalam menghadapi musim kering tahun ini adalah  dengan menyiapkan pompa sentrifugal berkapasitas 16 liter per detik. Pompa yang disiapkan mencapai 1.000 unit yang tersebar di 34 provinsi. 

Kementerian PUPR juga membangun sumur bor sebanyak dua titik di setiap balai besar atau balai wilayah sungai di daerah. 

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika puncak musim panas diperkirakan berlangsung pada Agustus 2019, dengan cakupan 52,9%  wilayah Indonesia berpotensi terpapar musim tersebut. 

Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan, Kementerian PUPR,  Agung Djuhartono menambahkan sebagai antisipasi kekeringan, petani diimbau untuk disiplin dalam mengikuti rencana pola tanam yang sudah disepakati.

“Untuk waduk di bawah rencana, pola operasinya diubah karena kondisi airnya yang berkurang. Kalau tadinya musim tanam ini menanam padi, maka diubah menanam palawija yang lebih hemat air,” kata Agung.


Tonton juga video ini:


Redaktur : Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Hafid Arsyid
Reporter
Hafid Arsyid

KULINER