Festival Sindoro Sumbing Gelar Ritual Abad 9

 Persiapan panggung untuk Sendratari Mapageh Sang Watu Kulumpang pada tanggal 19-20 Juli 2019 di lapangan Kledung Temanggung, perbatasan dengan Wonosobo. Foto: Erwin
Persiapan panggung untuk Sendratari Mapageh Sang Watu Kulumpang pada tanggal 19-20 Juli 2019 di lapangan Kledung Temanggung, perbatasan dengan Wonosobo. Foto: Erwin

GenPI.co – Sendratari yang melibatkan 100 seniman akan meriahkan Festival Sindoro Sumbing. Pementasan sendratari berjudul Mapageh Sang Watu Kulumpang digelar Sabtu (20/7) malam di lapangan desa Kledung, Kecamatan Temanggung. 

Direktur Festival Sindoro Sumbing, Imam Abdul Rofiq mengatakan bahwa agenda itu sekaligus menjadi puncak kolaborasi dua kabupaten dalam pertunjukan akbar.

"Hari pertama diawali dengan pengambilan air suci di dua tempat yakni di Sendang Kledung dan Surodilogo Pagerejo. Ada juga agenda selametan di Kledung dan juga jagong budaya di Candiyasan hingga puncaknya sendratari,” ungkap Imam dalam pressconference di Hotel Dieng Kledung, Rabu (17/7).

Sedangkan, agenda pembuka pada hari Jum’at adalah ritual awal memetik tembakau atau yang disebut dengan miwit metik soto, yang pertama kali ritual ini dihidupkan kembali di kawasan lereng Sindoro. Puncak acara Mapageh sendiri pada hari Sabtu dimulai dengan arak-arakan dari dua arah yang bertemu di tengah-tengah area panggung utama. 

BACA JUGA: Festival Sindoro Sumbing, Kolaborasi Wonosobo dan Temanggung

Redaktur : Cahaya

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Yasserina Rawie
Reporter
Yasserina Rawie

KULINER