Menanti Kebijakan Boris Johnson Soal Brexit di 100 Hari Kerjanya

Boris Johnson (foto: Getty Images)
Boris Johnson (foto: Getty Images)

GenPI.co— Boris Johnson pada hari ini, Rabu (24/7/2019) akan dilantik menggantikan Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggis.

Salah satu gebrakannya yang paling ditunggu, tentunya adalah cara pemimpin partai konservatif ini untuk menyelesaiakn masalah Brexit (British exit), yaitu proses ke luarnya Inggris dari organisasi kerja sama regional Uni Eropa.

Baca juga:

Theresa May Mundur sebagai PM Inggris, Diaspora Bicara Brexit

Berselisih dengan Trump, Dubes Inggris Sir Kim Darroch Mundur

Boris Johnson pada Selasa terpilih menjadi Perdana Menteri Inggris setelah mengalahkan pesaing utamanya, yaitu Jeremy Hunt. Johnson meraih 92.153 suara, sedangkan Hunt mengantongi 46.656 suara.

“Pergantian ini diharapkan dapat sebagai titik balik Inggris khususnya terkait dengan proses Brexit yang sebelumnya terkatung-katung,” kata  Maximilianus Nico Demus, Direktur Research & Investment PT Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya yang diterima hari ini, Rabu (24/7/2019).

Ia mengemukakan Boris yang juga seseorang dengan pemikiran konvensional kemungkinan akan menambah sulit penyelesaian proses Brexit.

Namun, tambahnya, dalam pernyataannya Boris mengatakan bahwa dia akan menyelesaikan Brexit pada tanggal 31 Oktober [2019],” kata Nico.

“Boris sejatinya hanya memiliki 100 hari untuk menegosiasikan kesepakatan dengan Uni Eropa terkait dengan ke luarnya Inggris dari blok tersebut,”kata Nico.

Tujuan utama dari kesepakatan Brexit yang diinginkan Boris adalah menghapus apa yang disebut dengan Backstop terkait dengan perbatasan Irlandia. Boris sangat yakin bahwa Ia dapat memenangkan kesepakatan ini. 

Sementara, Uni Eropa dengan tegas menolak kesepakatan antara Inggris dengan UE, apabila dalam kesepakatan antara kedua pihak tidak ada pembahasan mengenai Backstop. 

“Jika tidak ada pembahasan mengenai Backstop, maka sekali lagi mungkin akan jadi yang terakhir, Inggris akan ke luar dari Uni Eropa [Brexit] tanpa kesepakatan sama sekali,”kata Nico.


Tonton  juga video ini:


Redaktur : Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Yasserina Rawie
Reporter
Yasserina Rawie

KULINER