Theresa May Mundur sebagai PM Inggris, Diaspora Bicara Brexit

Theresa May menyatakan mudur dari jabatannya sebagai PM Inggris (foto: Instagram)
Theresa May menyatakan mudur dari jabatannya sebagai PM Inggris (foto: Instagram)

GenPI.co—  Tak kunjung menghasilkan kesepakatan untuk mengantarkan Inggris keluar dari kelompok Uni Eropa (Brexit) mengantarkan Theresa May mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Inggris.

Pada pidato pernyataan pengunduran dirinya pada Jumat (24/5), Theresa May ingin mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada 7 Juni 2019.

Perantauan asal Indonesia mengemukakan Brexit mempengaruhi kesempatan bagi diaspora yang ada yang ada di Inggris.

Baca juga:

Libatkan GenWi, PPI dan Diaspora NZ, Kemenpar Branding Dua Raksasa Event Sport Tourism

Sinergisitas BPODT dan Diaspora untuk Wisata Danau Toba

“Brexit buat kami, diaspora Indonesia di London sedikit-banyak ada pengaruh baik langsung maupun tidak langsung,” ujar Shandy Adiguna, Ketua DPLN Partai Solidaritas Indonesia (PSI).


Shandy Adiguna alumni ITB, salah seorang warga negara Indonesia yang bekerja di Investment Bank di London itu mengatakan tentunya saat Brexit diterapkan di Inggris, perekonomian di negara itu akan mengalami perlambatan di awal. Untuk saat ini, misalnya, semakin banyak perusahaan yang menutup usahanya di Inggris atau memindahkan asetnya dan usahanya ke luar Inggris. Hal ini menyebabkan banyak yang terkena pemutusan hubungan kerja.


Redaktur : Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

Berita Tentang Millennial Of The Week Terbaru dan Terkini Hari ini


KULINER