Cerita Horor: Pocong Mengerikan di Hutan Kota Sudut Jakarta

Pocong di hutan kampus ini ternyata beneran ada. Dia menampakkan dirinya persis di hadapanku, maghrib-maghrib! (Foto : Jurnas)
Pocong di hutan kampus ini ternyata beneran ada. Dia menampakkan dirinya persis di hadapanku, maghrib-maghrib! (Foto : Jurnas)

Pelajaran pertama Gamelan Jawa pun selesai pukul 18.50 WIB. Kami pun mampir sebentar untuk membeli gorengan yang mangkal di depan kampus FIB. Langit sudah gelap, tapi aku dan teman-temanku tampaknya masih belum lelah. Kami pun berjalan menuju stasiun sambil bergosip.  

Saat sedang melintas di depan FIB yang letaknya berseberangan dengan FISIP, kami pun berpapasan dengan dua orang senior kami, kak Nufi dan Kak Tisha. Mereka pun bergabung dengan rombongan kami untuk berjalan menuju arah stasiun. Tumben sekali mereka mau bergabung dengan junior. Tapi, ya sudahlah. 

Jalan dari FIB menuju stasiun memang tidak terlalu jauh, mungkin sekitar 700 meter. Kami harus melewati jalan setapak diantara pohon-pohon karet untuk memotong jalan pintas. 

Saat itu pertama kalinya kami melewati jalan setapak pada saat hari sudah gelap. Di FISIP, kelas terakhir untuk mahasiswa reguler adalah pukul 16.30 WIB, jadi kami tidak pernah pulang selarut ini.  

loading...


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Musikpedia Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING