Sabtu Adu

Vape vs Rokok, Mana yang lebih Merusak Tubuh

Vape vs rokok tembakau.(Foto: Pixabay)
Vape vs rokok tembakau.(Foto: Pixabay)

GenPI.co - Vape atau rokok elektrik sedang populer untuk masyarakat Indonesia. Keberadaannya muncul pertama kali di pasar AS sekitar satu dekade yang lalu.

Menurut riset yang dilansir dari laman Goodhousekeeper.com, sekitar 10,8 juta pengguna dewasa, sekitar 3,6 juta siswa sekolah menengah menggunakan rokok elektrik. Mereka masih berpikiran bahwa rokok elektrik lebih baik dari rokok tembakau.

Vape sendiri adalah perangkat yang menggunakan tenaga bateri. Ada element pemanas  mengubah cairan menjadi aerosol atau  yang kemudian dihirup langsung ke paru-paru. Karena itu namanya vaping. Uap cairan tersebut mengandung ikotin untuk menguatkan rasa yang dikandung di dalamnya.

BACA JUGA: Vladimir Putin Duel dengan Presiden Mongolia, Siapa yang Menang?

Christy Sadreameli, MD, seorang ahli paru pediatrik di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins dan juru bicara American Lung Association, mempermasalahkan nama vaping tersebut. "Orang-orang mendengar bahwa itu adalah uap dan mereka berpikir tentang uap air," katanya. "Tapi uap air itu ramah, dan kami tidak berpikir bahwa uap dari produk ini tamah,” katanya.

ADVERTISEMENT

Banyak yang bertanya, apakah vaping lebih sehat daripada merokok tembakau biasa?

Vaughan W. Rees, PhD, direktur Pusat Pengendalian Tembakau Global di Harvard T.H. Chan School of Public Health mengatakan, untuk orang dewasa yang sudah jadi perokok aktif, beralih ke vaping adalah langkah yang sehat

Meskipun tentu saja jauh lebih sehat daripada tidak merokok sama sekali. “Kami ingin mencoba mencegah penggunaan oleh orang muda, sementara juga memungkinkan perokok dewasa kemampuan untuk beralih ke vape, yang akan menciptakan hasil kesehatan yang lebih baik,” jelasnya.


loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Musikpedia Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING