Stories: Share your traveling moment!

Gili Strong Triathlon

Berolahraga Sambil Menikmati Keindahan Gili Trawangan

Gili Trawangan
Gili Trawangan

Ajang sport tourism kembali menjadi ujung tombak pemulihan sektor pariwisata Lombok. Terbaru Lombok bersiap menggelar Gili Strong Triathlon, Sabtu (22/12) pekan depan.

Ajang ini merupakan besutan para pelaku wisata di Gili Trawangan. Mereka tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT), Gili Hotel Association, dan Gili Eco Trust.

"Event ini merupakan kiat para pelaku wisata untuk Lombok Bangkit. Selain itu juga untuk mendongkrak tingkat hunian hotel di Gili Trawangan. Diharapkan upaya ini membuahkan hasil sehingga bisnis pelancongan di NTB bergairah kembali," ujar Ketua Panitia Gili Strong Triathlon, Acok Zani Bassok, Selasa (12/12).

Sementara itu, General Manager Warna Hotel Bar dan Restaurant Trawangan, Ricky Rikardus menjelaskan dalam event itu, para peserta akan berkompetisi dengan track lari 7 kilometer, renang 600 meter, dan bersepeda 5 kilimeter.

Ricky yang juga bendahara Panitia Gili Strong Triathlon menjelaskan, selain berkompetisi olahraga, peserta juga bisa menikmati keindahan Gili Trawangan. Selain itu, dalam event ini juga disediakan sejumlah stand kuliner yang bisa memanjakan selera para wisatawan yang datang.

Begitu juga atraksi seni dan budaya khas juga akan mengisi kegiatan ini. Sehingga tamu yang datang akan sangat terkesan dengan Gili Strong Triathlon.

"Saat ini para pelaku wisata tengah mematangkan rencana kegiatan tersebut," ucap Ricky.

Kerja keras dan upaya tak kenal lelah dari seluruh stakeholder  pasca gempa memang mulai membuahkan hasil. Perlahan, namun pasti geliat pariwisata di bumi "Seribu Masjid" ini mulai bangkit. Ini ditandai dengan kian ramainya arus kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara ke Lombok.

Sejatinya pemulihan pariwisata NTB pasca gempa ternyata lebih cepat dari target sebelumnya. Ini tak terlepas dari perjuangan dan kerja keras pemerintah daerah, Kementerian Patiwisata, (Kemenpar), bersama para pelaku usaha wisata dan masyarakat.

Ketua Kerja Pemulihan Destinasi dan Promosi Pariwisata NTB Bangkit, Dr Farid Said di mengatakan, cepatnya pemulihan pariwisata NTB ini bisa dilihat dari mulai meningkatnya kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata. Khususnya di Pulau Lombok, terutama di Kota Mataram, serta Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah. Begitu juga di Senggigi di Lombok Barat dan kawasan tiga Gili (Trawangan, Air dan Meno) di Kabupaten Lombok Utara.

Awalnya pemulihan pariwisata NTB diperkirakan baru akan terjadi di awal 2019. Namun yang terjadi justru lebih cepat. Hal ini  dikarenakan memang tidak semua destinasi terkena dampak gempa. Kendati terdampak gempa objek wisata tiga gili ternyata relatif cepat pulih, bahkan nampak sejumlah wisatawan mancanegara ikut membantu warga memperbaiki rumah.

"Kawasan tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara adalah yang paling cepat proses pemulihannya. Hal ini dipengaruhi banyak pelaku wisata di tiga Gili merupakan orang asing. Ditambah kawasan tiga Gili berdekatan dengan Bali, sehingga membantu proses pemulihan di wilayah itu," ujar Farid

Menurut dia, ini beda dengan Senggigi yang cenderung lebih lambat, karena memang segmen pasar Senggigi lebih kepada menengah ke atas. Beda dengan Trawangan yang menengah ke bawah. Sementara itu, Kota Mataram, juga cepat proses pemulihan pariwisatanya. Pasalnya Mataram merupakan kawasan bisnis dan wisata Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE) di NTB. Begitu juga dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah yang tidak terlalu terdampak gempa.

"Secara persentase rata-rata di kawasan Trawangan itu tingkat huunian hotel atau okupansinya mencapai 60 persen, Senggigi masih 20-25 persen dan Mandalika 60-70 persen," terang Farid.

Farid Said yang juga menjabat Wakil Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok ini, mengakui cepatnya proses pemulihan pariwisata NTB tidak terlepas dari dukungan yang diberikan Kementerian Pariwisata dan komitmen Pemerintah Provinsi NTB, terutama dalam meyakinkan pasar bahwa Lombok aman dikunjungi. Melalui acara table top di sejumlah daerah maupun luar negeri.

Selain itu NTB juga mendapat dukungan anggaran dalam proses pemulihan pariwisata NTB yang nilainya mencapai Rp20 miliar.

Hal itu diamini General Manager Fave Hotel Yono Sulistyo. Menurutnya pemulihan pariwisata NTB, khususnya di Lombok cepat pasca gempa beruntun. Hal ini ditandai dengan mulai meningkatnya okupansi hotel, khususnya di Kota Mataram.

"Awal gempa memang ada penurunan, tetapi masuk September hunian kamar di Mataram sudah meningkat. Antara 60-70 persen peningkatannya. Prediksi saya ini akan terus meningkat menjelang akhir tahun 2018. Karena banyak kegiatan MICE, khususnya kalangan pemerintahan yang menyelenggarakan kegiatan pada akhir tahun," pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun langsung buka suara. Menpar mengatakan jika sedari awal dirinya optimis pariwisata NTB dapat segera bangkit. Pasalnya seluruh stakeholder berperan aktif untuk membantu membangun kembali NTB. Hal ini juga didukung dengan semangat besar masyarakatnya. 

"Saya telah berkali-kali menyampaikan bahwa spirit itu lebih hebat dari strategi. Semangat kuat ini ditunjukkan oleh masyarakat pariwisata di NTB khususnya Lombok. Kemepar akan terus mengawal promosi pariwisata NTB disegala kesempatan. Sehingga proses recovery akan semakin cepat lagi," ujar Menpar Arief Yahya.

Reporter: Cholis Faizi Sobari

Redaktur: Cahaya



RELATED NEWS