Stories: Share your traveling moment!

Kemenpar Bekali Staff Pengajar Poltekpar Medan Ilmu Menjadi Trainer

MEDAN – Kualitas Sumber Daya Manusia masih menjadi perhatian Kementerian Pariwisata. Kali ini, kementerian yang dipimpin Arief Yahya itu memberikan bekal ilmu menjadi instruktur trainer kepada staff di Poltekpar Medan. Tepatnya melalui kegiatan Training on Trainer for Entrepreneurship Lecturers, Kamis (14/3), di Kampus Poltekpar Medan.

Kegiatan Training on Trainers for Entrepreunership Lecturers diawali dengan penandatanganan MoU antara Dekan School Of Bussiness and Management- Institut Teknologi Bandung (SBM-ITB) Sudarso Kaderi Wiryono dengan Direktur Poltekpar Medan Anwari Masatip. 

Sesudah itu, Sudarso Kaderi tampil sebagai keynote speech. Hadir juga narasumber asal SBM-ITB, yakni Sonny Rustiadi, dan Dina Dellyana.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, ToT for Entrepreneurship Lecturers adalah tindak lanjut dari kerjasama antara SBM-ITB dengan Poltekpar Medan.

“Kegiatan ini diselenggarakan Unit Inkubator Bisnis dan Bursa Kerja (IBBK) Poltekpar Medan. Tujuannya, untuk memberikan ilmu pengantar tentang cara menginkubator mahasiswa agar mau memulai usaha. Juga melatih dosen, staff pengajar serta instruktur sebagai trainer/coach  untuk unit inkubator bisnis Poltekpar Medan,” terangnya. 

Selain itu, ToT for Entrepreneurship Lecturers juga menjadi implementasi dari kesungguhan Poltekpar Medan. Khususnya, dalam mengembangkan jiwa entrepreneurship mahasiswa.

“Dan sebagai upaya mewujudkan arahan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Bapak Arief Yahya, untuk melahirkan sekaligus mengembangkan entrepreneur. Dan, menghasilkan minimal 10 persen alumni Perguruan Tinggi Pariwisata menjadi entrepreneur di bidang pariwisata,” paparnya. 

Poltekpar Medan juga bekerja sama dengan Warung Ijo, salah satu outlet restaurant di Medan. Warung Ijo akan menjadi Laboratorium Industri Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Poltekpar Medan.

Sedangkan Direktur Poltekpar Medan Anwari Masatip mengatakan kampusnya adalah perguruan tinggi vokasi. 

“Poltekpar Medan bergerak di bidang perhotelan dan pariwisata. Poltekpar Medan juga telah membentuk sebuah Unit Inkubator Bisnis dan Bursa Kerja (IBBK). Unit ini menjadi penunjang di lingkungan pendidikan Politeknik Pariwisata Medan. Ia bertanggung jawab untuk memotivasi, memonitor, dan memberikan solusi bagi mahasiswa yang akan memulai bisnis atau, yang telah mempunyai bisnis sendiri,” katanya. 

Untuk mengembangkan program dan membentuk sistem pada unit ini, Poltekpar Medan bekerja sama dengan SBM-ITB. 

“SBM-ITB adalah kampus bisnis yang memiliki Inkubator bisnis yang disebut “The Greater Hub”. Inkubator SBM-ITB telah banyak membantu mahasiswa dalam membangun bisnis. Setiap tahun, mereka membuka satu batch yang berjumlah 12 kelompok atau individu yang akan dan sedang membangun suatu bisnis,” terang Anwari menjelaskan alasan menggandeng SBM-ITB.

Menteri Pariwisata Arief Yahya, sangat mendukung penguatan SDM di lingkungan kepariwisataan ini.

“Jika ingin pariwisata Indonesia bersaing di level global, kita harus mempunyai SDM yang memiliki kemampuan global juga. Bagaimana caranya bisa mencetak SDM berkualitas global? Salah satunya lewat kerjasama seperti yang dilakukan Poltekpar Medan,” papar Menpar.

Menteri asal Banyuwangi itu menambahkan, kerjasama tersebut harus diimplementasikan. Agar ilmu yang didapat bisa dipraktikkan dengan baik dan benar.

Redaktur: Cholis Faizi Sobari



RELATED NEWS

KULINER

My Trip Story

Oleh:
Anggi Agustiani
Reporter