Sering Disinggahi Kapal Pesiar, Sabang agar Keker Perilaku Turis VIP

Sabang sering disinggahi kapal pesiar (foto: Istimewa)
Sabang sering disinggahi kapal pesiar (foto: Istimewa)

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menyarankan, pemangku kepentingan di tingkat provinsi maupun daerah agar memperhatikan tata kelola dan terus meningkatkan aktivitas wisatawan.

Termasuk di destinasi wisata yang ada di Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh. Apalagi Sabang, merupakan destinasi yang seringkali disinggahi kapal pesiar, yang biasanya membawa turis asing berkocek tebal.

"Kalau yang mengelola destinasi wisata di Sabang tidak membenahi, dan tidak upgrade [ditingkatkan], dikhawatirkan menimbulkan efek jera bagi wisatawan yang berkunjung," ujar Sekretaris Asita Aceh, Totok Julianto di Banda Aceh, seperti dikutip Antara, Jumat (15/3).

Baca juga: Dikunjungi Kapal Pesiar, Angka Kunjungan Wisman ke Sabang Molanjak Tajam

Dampaknya, lanjut dia, maka wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) tidak mengulangi perjalanan, untuk liburan ke pintu gerbang barat Indonesia tersebut.

Pihaknya mengharapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Sabang serius memperhatikan upaya pengembangan wisata. Mengingat sedikitnya ada 18 destinasi wisata di Pulau Weh dan pulau kecil di sekitarnya.

"Kalau wisata air, seperti menyelam, mancing atau 'city tour', kan harus dipetakan dulu. Setelahnya, baru diperhatikan maintenance-nya [pemeliharaannya]. Sabang itu kan, kecil," ujarnya.

Ia mengatakan, Pemkot Sabang agar terus memunculkan gagasan, supaya masyarakat setempat mendapat manfaat dengan pembuatan sentra-sentra destinasi di berbagai objek wisata.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh sepanjang 2018, jumlah penumpang laut di Pelabuhan Balohan Sabang membawa wisnus dan wisman sebanyak 730.307 orang atau meningkat 15 persen dari jumlah 2017 yang sebesar 635.344.

Sedangkan penumpang transportasi udara melewati Bandara Maimun Saleh Sabang selama 2018 tercatat 342 orang, mengalami penurunan 102 orang atau 444 orang sepanjang 2017.

"Lazimnya wisnus itu kan membawa pulang oleh-oleh khas Sabang, tetapi tidak cuma baju. Maka [itu] buat sesuatu khas Sabang, yang menarik minat wisatawan untuk membeli," ucap Totok.

"Misalnya turis asing kapal pesiar yang singgah di Sabang, yang cuma miliki waktu cuma beberapa jam. Waktu mereka itu yang diprioritaskan, seperti kegiatan memancing. Tetapi ini hanya contoh, tinggal dikembangkan saja," sarannya lagi.


Redaktur: Linda Teti Cordina

RELATED NEWS

My Trip Story

Oleh:
Landy Primasiwi
Reporter
Landy Primasiwi

KULINER