CEO Message #60 “Shifting to the Front” Mewujudkan Target 10 Juta Wisman di Semester Pertama 2019

CEO Message #60 “Shifting to the Front” Mewujudkan Target 10 Juta Wisman di Semester Pertama 2019 - GenPI.co

29 November 2018, di acara perayaan Hari Korpri di Istora Senayan saya bertemu Pak Presiden. Ketika itu kami duduk bersama dan beliau tanya, berapa kira-kira pencapaian target wisman tahun depan. Saya jawab, dengan anggaran seperti sekarang, yang hanya memenuhi 40% kebutuhan, pencapaiannya sekitar 18 juta (atau hanya 90% dari target), itupun dengan tidak mengerjakan program-program strategis yang umumnya berdampak pada jangka panjang seperti : branding, inovasi-inovasi baru seperti millennial tourism dan lain-lain, dan investasi di sumber daya manusia. Kalau mau 20 juta dan kita mengerjakan hal-hal yang strategis, maka anggarannya harus dinaikkan menjadi Rp 10 triliun. 

Perlu diketahui, setelah melalui berbagai diskusi dengan melihat berbagai prioritas kabinet, total anggaran Kemenpar tahun 2019 yang telah disetujui hanya sebesar 40% dari anggaran yang kita minta di atas. Bahkan anggaran untuk marketing hanya sekitar 25% dari kebutuhan. Dengan jumlah anggaran yang terbatas tersebut maka tidak ada pilihan lain, kecuali saya menjalankan strategi “Shifting to the Front” (STTF). Yaitu anggaran akan kita habiskan di semester pertama atau kita geser ke depan. Nah, kalau kita bisa membuktikan bahwa kita berhasil, maka saya berkeyakinan Presiden akan memberikan tambahan anggaran. 

Jadi laju eksekusi program akan habis-habisan kita percepat sejak bulan Januari 2019. Kalau memakai perumpamaan mesin, maka mesin yang kita gunakan di tahun 2019 bukan lagi mesin mobil keluarga tapi mesin mobil balap, dimana akselerasinya maksimal. Dalam ukuran detik kita langsung ngegas mencapai puncak kecepatan. Tahun 2019 adalah tahun penghabisan karena itu kita harus habis-habisan. 

Evaluasi 2018

Namun sebelum menjelaskan strategi STTF lebih jauh, ada baiknya jika saya sekilas mengevaluasi capaian-capaian dan apa-apa yang telah kita lalui di tahun 2018. 

Ada cerita menarik mengenai capaian kita tahun ini. Di bulan Juli-Agustus capaiannya menggembirakan, kita sudah tembus 1,5 juta wisman per bulan. Namun dengan adanya beberapa musibah beruntun Gempa Lombok (akhir Juli), Jatuhnya pesawat Lion Air (Akhir Oktober), merebaknya kasus “Zero Dollar Tour” di Bali (Oktober), dan Gempa Palu 27 September 2018, maka kedatangan wisman langsung drop. Bulan-bulan berikutnya langsung hancur-lebur. September 1,3 juta, Oktober turun, November turun lagi. Baru Desember akan naik sedikit karena memang musim liburan.  

Pertama gempa Lombok, impact-nya se-Indonesia. Lombok yang terkena gempa, namun pengaruh terbesarnya ke Bali. Mengapa? Karena Bali jumlah wismannya sangat besar mencapai 40%, demikian dengan gempa Palu impactnya keseluruh Indonesia juga. Kedua, jatuhnya pesawat Lion Air pengaruhnya tidak kecil. Terjadi pembatalan besar-besaran, mencapai 50% bahkan lebih, terutama penerbangan dari dan ke China, karena Lion Air banyak melakukan penerbangan ke China. Ketiga, kegaduhan akibat polemik “Zero Dollar Tour” juga menyebabkan penurunan wisman China ke Bali.

CEO Message #60 “Shifting to the Front” Mewujudkan Target 10 Juta Wisman di Semester Pertama 2019

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya

GenPI.co Nusantara

Jatim Jogja Bali Banten