Gebrakan Pengadilan Internasional Bikin Rodrigo Duterte Tersudut

Gebrakan Pengadilan Internasional Bikin Rodrigo Duterte Tersudut - GenPI.co
Presiden Filipina Rodrigo Duterte . ANTARA/REUTERS/Lean Daval Jr./aa. (ELOISA LOPEZ/Lean Daval Jr)

GenPI.co - Penuntut Pengadilan Kriminal Internasional telah meminta otorisasi dari pengadilan Den Haag untuk membuka penyelidikan penuh terkait tindakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte terhadap narkoba yang menewaskan ribuan orang, termasuk anak-anak yang tidak bersalah.

Jaksa Fatou Bensouda mengatakan bahwa ada dasar yang masuk akal untuk percaya bahwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan pembunuhan telah dilakukan di Filipina.

"Dugaan kejahatan terjadi dalam konteks kampanye 'perang melawan narkoba' pemerintah Filipina," kata Bensouda dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari Aljazeera (15/6/2021).

BACA JUGA:  Kapal Filipina di LCS Diusir, Duterte ke China: Saya Tidak Mundur

Diketahui, Rodrigo Duterte memang meluncurkan kampanye mematikan melawan narkotika tak lama setelah kemenangannya dalam pemilihan presiden Mei 2016 lalu.

Duterte menjalankan satu isu memerangi kejahatan di Filipina, dan selama kampanyenya dan kemudian sebagai presiden, dia berulang kali mendesak polisi untuk 'membunuh' tersangka narkoba.

BACA JUGA:  Rodrigo Duterte Ketakutan Hadapi China, Faktanya Bikin Kaget

Data pemerintah terbaru menunjukkan bahwa hingga akhir April 2021, polisi dan pasukan keamanan telah membunuh setidaknya 6.117 tersangka pengedar narkoba selama operasi, meskipun angka pemerintah sebelumnya menunjukkan setidaknya 8.600 kematian.

Namun, sebuah laporan polisi Filipina pada tahun 2017, menyebut 16.355 pada 'kasus pembunuhan yang sedang diselidiki' sebagai pencapaian dalam perang narkoba.

BACA JUGA:  Duterte Teriak Harta Karun, China Pura-pura Tak Tahu

Sementara, kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan jumlah kematian setidaknya bisa mencapai 27.000, dan menuduh pihak berwenang melakukan eksekusi singkat yang membunuh tersangka tak bersalah termasuk anak-anak.(*)

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara