Darah Warga Tumpah di Perbatasan Afghanistan, Taliban Mengelak

Darah Warga Tumpah di Perbatasan Afghanistan, Taliban Mengelak - GenPI.co
Salah seorang anggota kelompok Taliban. Foto Diambil pada 2015.(Foto: Reuters/Stringer)

GenPI.co - Amerika Serikat (AS) dan Inggris menuduh Taliban bertanggung jawab atas pembantaian warga sipil di Spin Boldak, sebuah kota di Provinsi Kandahar yang baru-baru ini kelompok itu kuasai di dekat perbatasan Afghanistan dan Pakistan.

Kedutaan AS dan Inggris di Kabul pada hari Senin (2/8) mengatakan dalam cuitan terpisah di Twitter mengenai peristiwa itu

“Pembunuhan ini bisa merupakan kejahatan perang; mereka harus diselidiki  para pejuang atau komandan Taliban yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban,” bunyi cuitan itu.

BACA JUGA:  Perbuatan Keji Gubernur New York, Banyak Perempuan Jadi Korban

Namun tuduhan itu dibantah oleh Suhail Shaheen, juru bicara Taliban yang berbasis di Doha, Qatar, yang juga merupakan anggota tim perunding dari kelompok tersebut. 

“Tuduhan tak berdasar semacam itu telah dibingkai atas perintah (Presiden Afghanistan) Ashraf Ghani, yang ingin memperpanjang [keberadaan] rezim bonekanya di negara ini,” beber Shaheen kepada The Media Line dilansir Selasa (3/8).

BACA JUGA:  Keamanan Jebol dan Bunyi Tembakan, Pentagon pun Dikunci Total

Dia dengan menyebut tuduhan itu sebagai propaganda tak berdasar dan merupakan konspirasi kasar untuk menyabotase perdamaian yang tengah diusahakan oleh para pemimpin Taliban yang terlibat dengan kekuatan regional.

“Kami juga dengan tegas dan tepat menolak tuduhan palsu dan tidak berdasar tentang pembunuhan balas dendam oleh para Taliban,” katanya

BACA JUGA:  24 Diplomat Rusia Mendadak Diminta Keluar dari AS, Ada Apa?

Shaheen mengatakan kepada The Media Line bahwa empat jurnalis Afghanistan mengunjungi Spin Boldak untuk menyelidiki laporan eksekusi di luar hukum dan penghilangan massal di distrik tersebut. 

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara