Tangani Demonstrasi, Polisi Hong Kong Bantah Gunakan Peluru Tajam

Seorang pengunjukrasa Hong Kong mengenakan perban di matanya sebagai bentuk protes atas kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian. (Foto: BBC)
Seorang pengunjukrasa Hong Kong mengenakan perban di matanya sebagai bentuk protes atas kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian. (Foto: BBC)

GenPI.co - Otoritas kepolisian Hong Kong mengakui mengerahkan aparat aparat yang menyamar sebagai pengunjuk rasa. Aparat intelijen tersebut juga melakukan penangkapan terhadap pengunjuk rasa yang diduga sebagai provokator aksi demo.

Dalam sebuah  konferensi pers, sebagaimana diberitakan BBC,  Wakil Komisaris Polisi Tang Ping-Keung menyatakan petugas yang bertindak intelijen hanya memantau saja. Mereka tidak menyulut kericuhan.

"Petugas yang diterjunkan untuk penyamaran, mereka tidak memprovokasi apa pun. Kami meminta mereka tidak memancing masalah," ujar Keung.

"Operasi kami...menargetkan perusuh dengan kekerasan ekstrem, seperti pengunjuk rasa yang melakukan pelemparan bom molotov," tambahnya.

Sementara Asisten Komisaris Polis Mak Chin-ho yang terjun langsung mengatasi pengunjuk rasa di Bandara Internasional mengatakan, pedudukan massa di bandara berdampak pada ratusan jadwal penerbangan tertunda hingga pembatalan.

Ia juga mengatakan tidak ada bukti kepolisian setempat melakukan tindakan represif memukul mundur massa dengan penembakan proyektil peluru tajam. Ada konfrontasi di beberapa distrik pusat pada hari Minggu (10/8). Namun polisi menggunakan peluru karet dan gas air mata dalam upaya untuk membubarkan demonstran.

Baca juga:


Ini Alasan Warga Hong Kong Mati-matian Tolak Aturan Ekstradisi


Reporter : Winento

Redaktur : Paskalis Yuri Alfred

RELATED NEWS