Kasus COVID-19 di Australia Naik Lagi, Panic Buying pun Terjadi

Warga berjalan di depan Sydney Opera House . (Foto: Antara/Reuters/Loren Elliott/hp/cfo (REUTERS/LOREN ELLIOTT)
Warga berjalan di depan Sydney Opera House . (Foto: Antara/Reuters/Loren Elliott/hp/cfo (REUTERS/LOREN ELLIOTT)

GenPI.co - Kasus infeksi COVID-19 kembali kembali meningkat di Australia. Victoria, salah satu negara bagian yang menjadi episentrum infeksi di negara itu bahkan mengerahkan militer dalam operasi karantina. 

Dilaporkan, 33 orang di Victoria  dinyatakan positif mengidap virus corona baru dalam 24 jam terakhir. Peningkatan pesat terjadi dalam 9 hari belakangan dengan  200 kasus terbaru dari total 270 kasus.

BACA JUGA: Tekan Kemiskinan Akibat COVID-19, Bappenas Bikin ini

Pemimpin negara bagian Victoria Daniel Andrews mengatakan pihak berwenang mulai melakukan tes virus corona di seluruh pinggiran kota yang terkena dampak terburuk.

"Kami memiliki ambulans dan sejumlah mobil van yang benar-benar akan berada di ujung jalan yang dilewati orang-orang," kata Andrews kepada wartawan di Melbourne.

ADVERTISEMENT

Peningkatan kasus COVID-19 terjadi beberapa pekan usai negeri kanguru itu melonggarkan aturan batasan sosial. Diyakini,  kasus baru berasal dari pertemuan keluarga yang dihadiri oleh orang-orang dengan gejala ringan COVID-19.

Masyarakat yang cemas berbondong-bondong ke pusat-pusat pengujian. Sementara dua perusahaan ritel terbesar Australia, Woolworths Group dan Coles, memberlakukan batasan pembelian lantaran telah terjadi aksi panic buying.

BACA JUGA: Tak Manjur untuk COVID-19, AS Hentikan Uji Coba Hidroksiklorokuin


loading...

BERITA LAINNYA

Berita Tentang Dear Diary Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING