Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Menggelegar, Kisah Gadis Tigray Temani Tidur Tentara, Buat Lemas

Seorang wanita Ethiopia yang melarikan diri dari pertempuran yang sedang berlangsung di wilayah Tigray, membawa anaknya di dekat sungai Setit di perbatasan Sudan-Ethiopia di desa Hamdayet di negara bagian Kassala timur, Sudan 22 November 2020. Ribuan oran
Seorang wanita Ethiopia yang melarikan diri dari pertempuran yang sedang berlangsung di wilayah Tigray, membawa anaknya di dekat sungai Setit di perbatasan Sudan-Ethiopia di desa Hamdayet di negara bagian Kassala timur, Sudan 22 November 2020. Ribuan oran

GenPI.co - 4 Desember 2020 lalu menjadi hari yang paling menakutkan bagi seorang gadis belia bernama Mona Lisa Abraha saat tentara Eritrea memasuki desanya di Tembin di wilayah Tigray yang diperangi Ethiopia.

“Mereka memperkosa saya dan saya dilempar ke tanah. Kemudian, salah satu tentara menembakkan peluru ke saya. Saya berdarah berjam-jam. Lalu, tangan saya diamputasi,” kenang Abraha sembari menangis, seperti dilansir dari Aljazeera, Selasa (2/3/2021).

BACA JUGA: Pendukung Kudeta Militer Myanmar Jadi Brutal, Jangan Dekat-dekat!

Kisah Abraha mungkin menjadi salah satu dari sedikit yang muncul dari konflik rahasia di Tigray, di mana komunikasi terputus selama berminggu-minggu dan akses media sangat dibatasi sebelum sedikit dikurangi baru-baru ini.

Para saksi, korban selamat dan penduduk menyatakan bahwa pasukan dari Eritrea melakukan kejahatan mengerikan setelah memasuki Tigray untuk mendukung militer Ethiopia melawan musuh lama mereka.

"Beberapa gadis dan saya berhasil meninggalkan desa, tetapi di jalan kami ditangkap oleh tentara Eritrea. Lebih dari 10 tentara secara bergiliran memperkosa kami," kata Saba, seorang perempuan pengungsi dari Mai Kadra.

Dilaporkan juga di Tigray barat, di mana diperkirakan 600 warga sipil tewas dalam pembantaian 9 November yang disalahkan pada kelompok pemuda Tigrayan, serta polisi dan milisi setempat.

Sementara, Eritrea dan Ethiopia membantah bahwa pasukan Eritrea mengambil bagian dalam konflik yang diyakini telah menewaskan ribuan orang, membuat ratusan ribu orang mengungsi dan memicu kekurangan besar makanan, air dan obat-obatan.


BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Jumat Hebat Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING