Suara Lantang Din Syamsuddin: Bertobatlah, Ingat Balasan Allah...

Suara Lantang Din Syamsuddin: Bertobatlah, Ingat Balasan Allah... - GenPI.co
Suara Lantang Din Syamsuddin: Bertobatlah, Ingat Balasan Allah...(Foto: Antara)

GenPI.co - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia Din Syamsuddin blak-blakan mendukung langkah pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) untuk memproses hukum orang yang memfitnahnya terkait uang donasi ke Palestina.

Hal tersebut diungkapkan Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya. Menurutnya, UAH adalah ulama terkenal di kalangan ummat Islam. Sehingga fitnah ke UAH itu bisa menyinggung ummat Islam.

Sebelumnya, UAH berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 30,88 miliar. UAH menyerahkan Rp14,3 miliar ke Palestina melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI).

BACA JUGA:  Emosi Kuasa Hukum Habib Rizieq Memuncak, Sebut Presiden Jokowi...

Sementara Rp10,2 miliar ke Internasional networking for humanitarian (INH). Dan Rp5 miliar untuk kedutaan besar Palestina.

Akan tetapi, penyaluran itu dipermasalahkan beberapa orang. Mereka menyebut UAH tidak transparan. Bahkan ada yang menuding UAH menilap uang donasi tersebut.

BACA JUGA:  Sangat Berbahaya! Setelah Makan Pare Jangan Mengonsumsi Ini

"Tuduhan terhadap UAH menyelewengkan dana solidaritas Palestina adalah fitnah keji yang bersifat pembunuhan karakter tokoh ulama/dai. Fitnah seperti itu sering dilakukan oleh kelompok yang membenci ulama dan ingin mendiskreditkan mereka," jelas Din Syamsuddin dikutip GenPI.co, Jumat (4/6).

"Fitnah terhadap beliau tentu akan menyinggung umat Islam pendukung UAH," sambungnya.

BACA JUGA:  Sangat Berbahaya! Saat Minum Kopi Jangan Mengonsumsi 6 Menu Ini

Oleh sebab itu, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini meminta Polri mengusut laporan yang dibuat oleh tim UAH.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara
  • Setop Stalking Mantan, Move On! - GenPI.co

    Setop Stalking Mantan, Move On!

    Kecenderungan stalking atau memata-matai mantan pacar lewat media sosial kerap muncul setelah putus. Jika hal masih kamu lakukan, saatnya berhenti, move on.