Elektabilitas Prabowo Anjlok, Pengamat: Sudah Lewat Masanya

Elektabilitas Prabowo Anjlok, Pengamat: Sudah Lewat Masanya - GenPI.co
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto: Ricardo/JPNN

GenPI.co - Pengamat politik Universitas Andalas Asrinaldi membeberkan alasan yang membuat elektabilitas Prabowo Subianto mengalami penurunan berdasarkan sejumlah hasil survei terakhir.

Menurut dia, penurunan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra itu akibat melakukan blunder terbesar yaitu memberikan pujian kepada Presiden Jokowi di depan publik.  
 
"Dikatakan Jokowi berhasil dan semangat bekerja. Ya, oke, tetapi tidak perlu diekspos begitu, seolah-olah dia mencoba menarik simpati pendukung Jokowi," kata Asrinaldi dikutip dari JPNN.com, Senin (6/9) 

Asrinaldi menilai, tindakan yang dilakukan oleh Prabowo Subianto itu mengakibatkan para pendukungnya beralih mendukung yang lain. 

BACA JUGA:  Tantangan Berat untuk Ganjar Pranowo, Pilpres 2024 Makin Sengit!

"Jadi, akhirnya kita bisa maklumi itu berdampak," lanjutnya.  
 
Dosen ilmu politik itu kemudian menyebutkan jika ada kenaikan simpatisan Jokowi yang mendukung Menteri Pertahanan itu lantaran merasa simpati.
 
Namun, presentase kenaikan tersebut tidak banyak. 

"Pendukung dia kalau melihat seperti itu kesannya mencari muka atau apalah namanya, elektabilitas Prabowo turun besar sekali," kata Jamiluddin.  
 
Maka dari itu, ia menyarankan agar Prabowo Subianto untuk lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan di depan publik. 
 
Jika tidak, hal itu akan berdampak pada dukungan terhadap dirinya pada kontestasi Pilpres 2024

BACA JUGA:  Gawat! Prabowo Ditinggalkan Pendukung Penting pada Pilpres 2024

"Kalau memang dipaksakan maju tidak akan menang, karena sekarang banyak tokoh yang layak, dulu memang tidak ada," jelasnya.  

Saat ini, menurut Asrinaldi banyak tokoh dari kepla daerah dan tokoh-tokoh anak muda progresif yang akan meramaikan pemilihan presiden itu.  
 
Ia pun menyebut beberaa nama seperti Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo. 
 
“Saya berpikir itu yang akan bersaing nantinya. Jadi, Prabowo ini sudah lewat masanya. Momentumnya sudah tidak pas lagi," kata dia. (mcr8/jpnn)

BACA JUGA:  Akademisi Sebut 5 Parpol Ini Khawatir Pilpres 2024

Video seru hari ini:

Berita Selanjutnya