Benteng Mas Undango Saksi Bisu Kejayaan Perairan Laut Sulawesi

Reruntuhan Benteng Mas Undango yang menyisakan struktur batu kapur di Kwandang, Gorontalo Utara.
Reruntuhan Benteng Mas Undango yang menyisakan struktur batu kapur di Kwandang, Gorontalo Utara.

Hanya reruntuhan batu kapur dan sisa bangunan beton di sebelahnya. Di luar itu adalah ladang jagung warga sekitar.

Inilah sisa-sisa Benteng Mas Undango di Kabupaten Gorontalo Utara. Artefak ini kini menjadi cagar budaya nasional yang dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo.

Meski tersisa reruntuhan, namun daya tariknya masih kuat. Kawasan ini masih sering dikunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara. Bagi banyak wisatawan, makin tua makin memiliki daya tarik.

Benteng Mas Undango terletak di Dusun Molu’o, Desa Molu’o, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Lokasi benteng ini berada di sebelah barat benteng Oranye yang berada di kawasan dataran yang tidak begitu jauh dari pantai.

Menurut warga sekitar, benteng ini awalnya berada tepat di pinggir pantai, namun karena daratan semakin menjorok ke arah laut, menjadikan benteng ini tidak lagi berada di tepi pantai.

“Konon Benteng ini dibangun masa Portugis pada abad XV atau XVI,” kata M Jakub, warga Kwandang, Kamis (31/1).

M Jakub  menuturkan referensi buku yang disusun almarhumah Farha Daulima, benteng Mas Undango ini dibangun oleh bangsa Portugis sekitar abad 15 atau 16 pada masa pemerintahan Sultan Amay di Kerajaan Gorontalo.


Tujuan bangsa Portugis membangun benteng ini tiada lain untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam.


RELATED NEWS