Negeri Ini Kaya Raya, Tapi Rakyatnya Mengantre Makanan Gratis

11 Mei 2020 03:20

GenPI.co - Wabah virus corona (covid-19) memang membuat semua negara kalang kabut, virus yang tak bisa diremehkan ini nyatanya membuat sejumlah negara ampun-ampunan.

Bahkan di salah satu negara kaya raya di Eropa ini, rakyatnya rela untuk mengantre paket makanan sebagai dampak pandemi ini.

BACA JUGA: Virus Corona Tembus Gedung Putih, Merinding Dengar Presiden Trump

Lebih dari 1.000 orang di Jenewa pada Sabtu (9/6) mengantre paket makanan gratis. Negara Swiss yang kaya raya inipun tak kuasa melihat rakyatnya begitu memerlukan bantuan makanan gratis tersebut.

Antrean panjang lebih dari 1 kilometer terlihat di depan sebuah arena es, tempat para relawan membagikan sekitar 1.500 paket makanan kepada mereka yang mulai mengantre sejak pukul 05.00.

BACA JUGA: Mengharukan, 3 Zodiak Ini Rela Berkorban Demi Cinta

"Pada akhir bulan dompet saya kosong. Kami harus bayar tagihan, asuransi dan semuanya," jelas Ingrid Berala, warga Jenewa asal Nikaragua yang bekerja paruh waktu. 

"Ini luar biasa, sebab ada makanan untuk sepekan, sepekan merasa lega, Saya tidak tahu bagaimana pekan depan." imbuhnya.

Saat ini, Swiss memiliki penduduk hampir 8,6 juta, dengan 660.000 di antaranya pada 2018 tercatat sebagai warga miskin.

BACA JUGAWaspada! 4 Zodiak Ini Cintanya Bakal Berantakan

Sejak merebaknya virus corona, lebih dari 1,1 juta orang terancam jatuh ke tingkat kemiskinan, yang artinya mereka memiliki kurang dari 60 persen pendapatan rata-rata, yakni 6.538 franc Swiss (sekitar Rp100 juta) untuk pekerjaan penuh waktu pada 2018.
 
Bank Swiss UBS telah menghitung bahwa Jenewa menjadi kota global paling mahal kedua bagi satu keluarga yang terdiri atas tiga orang, setelah Zurich. Pendapatan rata-rata juga tinggi, itu sedikit membantu masyarakat yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan.

BACA JUGA: Ternyata 3 Zodiak Ini Lebih Memilih Balikan Sama Mantan

"Saya rasa banyak orang yang sadar akan hal ini, tetapi berbeda melihatnya dengan mata kepala sendiri," kata Silvana Matromatteo, ketua kelompok bantuan Geneva Solidarity Caravan.(Reuters/ant)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Tommy Ardyan
virus corona   covid-19   china   swiss   eropa   italia   lockdown  

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co