OMG, Gak Disangka Anarko Sindikalis Sudah Nyusup ke Ojek Online!

Bendera Anarko Sindikalis berkibar dua tahun lalu di sebuah demo ojek online (Foto : Dawn)
Bendera Anarko Sindikalis berkibar dua tahun lalu di sebuah demo ojek online (Foto : Dawn)

Dua tahun lalu mungkin Indonesia belum ada yang ngeh soal kelompok Anarko Sindikalis. Padahal bendera mereka pernah berkibar di salah satu momen demonstrasi ojek online, UBER, yang menuntut pembagian honor lebih layak untuk pengemudi mereka. Saat itu, hanya kelompok Anarko Sindikalis yang peduli pada nasib tukang ojek UBER.

Baca juga :

Sebaiknya Anarko Sindikalis Tak 'Cari Masalah' dengan Kapolri 

Kapolri : Anarko Sindikalis Sudah Kami Petakan 

Mengenal Anarcho Snydicalism, Serikat Buruh Tak Ingin Diatur 

Ketidakjelasan tarif yang berujung pada ketidakjelasan penghasilan, membuat para driver UBER menjerit. Apalagi mereka dipaksa untuk 'memakan' sesama dengan rebutan pelanggan. Kondisi ini membuat 3 driver UBER mendirikan Komunitas Uber Mainstream alias KUMAN. Ketiganya bahkan membuat 14 tuntutan dan memimpin 4 kali aksi mogok narik ojek dalam sehari. Luar biasa, tak sampai sepekan, massa mereka bertambah jadi 6.000 orang!

Saat itu, KUMAN dekat dengan serikat buruh dari Persaudaraan Pekerja Anarko Sindikalis (PPAS). Mereka ternyata sudah ada di Indonesia sejak 2015 dan berafiliasi langsung dengan Asosiasi Pekerja Internasional (IWA), induk organisasi dunia Anarko Sindikalis. Meski akhirnya UBER hengkang dari Indonesia, namun KUMAN menjelma menjadi kelompok buruh ojek online lainnya di bawah PPAS dan IWA. Hmm, jadi ingat, beberapa kali ojek online terlibat aksi anarkis. Apakah karena doktrin dari kelompok Anarko Sindikalis? Wallahua'lam.



RELATED NEWS