Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Sembako Mau Ditarik Pajak, Beban Rakyat Makin Berat

Beras yang dijual di pasar. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Beras yang dijual di pasar. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)

GenPI.co - Ketua Tim Ahli Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (Pustek) UGM Catur Sugiyanto menolak rencana pemerintah dan DPR memberlakukan pajak terhadap barang kebutuhan pokok.

Pemerintah berencana mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak.

BACA JUGA:  Sembako Akan Dikenakan PPN, Ikatan Pedagang Pasar Protes

Menurut Catur, pajak tersebut akan semakin memberatkan masyarakat yang saat ini sudah terkena dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Sebaiknya sembako tidak diberi PPN sampai kapan pun, carilah sumber pajak lain,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/6).

Menurut Catur, di negara maju pun tidak pernah menerapkan aturan pembelakuan pajak pada bahan pokok.

BACA JUGA:  Fadli Zon Kritik Keras Rencana PPN Sembako

Sebab bahan pokok merupakan kebutuhan dasar bagi orang sebagai pemenuhan sumber pangan.

“Negara maju saja tidak memberlakukannya,” ucap Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM ini.

Catur juga meminta supaya pemerintah terbuka serta transparan menyampaikan kondisi APBN saat ini hingga bisa muncul ide bahan pokok akan ditarik pajak.


Redaktur : Ridho Hidayat

Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING