Epidemiolog: Varian Baru Bukan Penyebab Utama Naiknya Kasus Covid

Epidemiolog: Varian Baru Bukan Penyebab Utama Naiknya Kasus Covid - GenPI.co
Ilustrasi - Calon Penumpang memakaikan masker gratis dari petugas stasiun kepada anaknya di Stasiun Pekalongan, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (6/2/2020). (FOTO: ANTARA/Harviyan Perdana Putra/ama)

GenPI.co - Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Bayu Satria Wiratama menyebut varian baru Covid-19 bukan 100 persen penyebab utama naiknya kasus di tanah air.

Naiknya kasus Covid-19 karena kombinasi antara protokol kesehatan yang dilanggar terus menerus melalui pelonggaran disertai varian baru.

Menurut Bayu Satria, masyarakat abai akan protokol kesehatan seperti mencuci tangan,memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi.

BACA JUGA:  Brazil Darurat Covid-19, Ahli Epidemiologi Beri Peringatan Keras!

Selain itu pemerintah dinilai masih dalam melaksanakan upaya pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing) dan perawatan (treatment) atau 3T.

“Kenaikan ini wajar karena 3T kurang dan masyarakatnya abai 5M,” katanya Bayu Satria dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/6).

BACA JUGA:  Lonjakan Covid, Epidemiolog: Mobilitas Warga Perlu Ditekan

Bayu Satria mengatakan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) perlu dievaluasi.

Menurutnya, PPKM mikro tidak hanya diperpanjang tapi juga harus diketahui penyebab gagalnya kebijakan tersebut.

BACA JUGA:  Sudah Divaksin, Ahli Epidemiologi: Jangan Timbul Rasa Aman Semu

“Selain masalah 3M yang tidak dijalankan masyarakat, ada peran pemerintah yang kurang di sana terutama soal lawan hoaks dan orang-orang yang suka menyebarkan informasi salah,” ucapnya.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara