Stories: Share your traveling moment!

Begini Tradisi Mencabik Mayat di Bali

Ada dan Nyata, Begini Tradisi Mesbes Bangke (mencabik mayat) di Bali. (ist)
Ada dan Nyata, Begini Tradisi Mesbes Bangke (mencabik mayat) di Bali. (ist)

Bali dikenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang masih kental adat dan istiadatnya. Salah satunya dalam ritual pemakaman atau Ngaben yang dilakukan oleh masyarakat Bali ini di namakan l "Mesbes Bangke" diartikan sebagai tradisi mencabik mayat. Tradisi yang diluar kebiasaan ini menjadi ritual yang masih dipertahankan oleh masyarakat asli Suku Banjar Buruan, Desa Tampak siring, Bali.

Tradisi ini dilakukan pada saat salah seorang warga yang meninggal, ketika mayat tersebut di bawa keluar dari rumah duka untuk sampai pemakaman maka warga sekitar akan mengerumuni untuk diarak dan dipermainkan dengan mencabik dengan gigi atau tangannya, konon mereka yang melakukan tradisi tersebut dalam kondisi kerasukan roh.

Baca juga: Diserbu Wisatawan, Ngaben di Puri Agung Ubud Makin Meriah

Tidak diketahui sejak kapan ritual ini di laksanakan, namun dari beberapa sumber Mesbes Bangke sudah diterapkan sejak zaman dahulu. Tradisi ini muncul karena belum ditemukannya formalin pada jaman dulu, salah satunya agar masyarakat dapat melupakan aroma busuk dari mayat yang diarak, maka dipermainkanlah seperti halnya di cabik menggunakan gigi dan tangan setelah permainan selesai barulah mayat di kremasi atau dibakar.

Mesbes Bangke ini hanya boleh di mainkan oleh masyarakat asli Banjaran saja, jika ada masyarakat luar desa yang turut ikut maka secara refleks masyarakat akan menghajar massa.

Namun di zaman sekarang ini, tradisi tersebut tidaklah seperti pada jaman dahulu. Masyarakat menghilangkan sedikit kesan kejam, mereka yang meninggal tikar, diikat dengan rantai dan kain putih secara berlapis sehingga daging yang dicabik tak lagi terlihat seperti dahulu.


Reporter: Annissa Nur Jannah

Redaktur: Cahaya



RELATED NEWS