Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

PBB Keluarkan Peringatan Penting, Sungguh Mencemaskan...

Militer Myanmar mengawal demonstrasi anti-kudeta militer di Kota Mandalay. Foto: Reuters/Stringer.
Militer Myanmar mengawal demonstrasi anti-kudeta militer di Kota Mandalay. Foto: Reuters/Stringer.

Ada beberapa kematian, termasuk seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang ditembak mati di kotapraja Loikaw dan seorang pemuda yang ditembak di kepala dengan tangan terikat di belakang punggungnya. Militer telah berulang kali menyerang gereja-gereja di daerah yang mayoritas beragama Kristen, dalam satu kejadian menewaskan empat orang yang termasuk di antara 300 penduduk desa yang berlindung di sebuah gereja Katolik di Loikaw.

BACA JUGA:  Junta Militer Myanmar Makin Kejam, Seruan Maut Thailand Tegas

Pasukan keamanan juga menyerang dan mengancam pekerja kemanusiaan, sementara Andrews mengatakan dia telah menerima laporan bahwa tentara menghentikan bantuan untuk menjangkau orang-orang yang putus asa ini dengan memasang blokade militer dan meletakkan ranjau darat di jalan umum.

“Tekanan atau pengaruh apa pun yang dapat diberikan negara-negara anggota PBB pada junta sekarang harus dilakukan sehingga pemimpin junta Min Aung Hlaing akan segera membuka akses jalan dan mengizinkan bantuan penyelamat untuk menjangkau mereka yang membutuhkan, dan berhenti meneror penduduk dengan menghentikan pemboman udara, penembakan, dan penembakan warga sipil," tegas dia.

Andrews menambahkan serangan militer terhadap warga sipil di Kayah adalah serangkaian terbaru di seluruh Myanmar yang menyebabkan perpindahan besar-besaran dan penderitaan kemanusiaan, termasuk di Mutraw di Negara Bagian Karen, Mindat di Negara Bagian Chin, dan Kota Bago, di antara daerah lainnya.

“Sekarang lebih dari sebelumnya, komunitas internasional harus memutus akses ke sumber daya yang diandalkan junta untuk melanjutkan serangan brutal ini terhadap rakyat Myanmar,” terangnya.

Namun, militer Myanmar sejauh ini mengabaikan kritik internasional atas tindakan kerasnya dan menunjukkan sedikit tanda mengindahkan 'Konsensus Lima Poin' yang disepakati antara Min Aung Hlaing dan para pemimpin Asia Tenggara pada bulan April.

Kesepakatan itu dicapai pada pertemuan puncak khusus Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyerukan diakhirinya kekerasan, pembicaraan politik dan penunjukan utusan khusus regional.

Sebelumnya, para menteri luar negeri ASEAN bertemu dengan seorang utusan militer Myanmar di Chongqing China dan menyatakan keprihatinan atas kemajuan militer yang 'sangat lambat' dalam mengimplementasikan konsensus.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING