Pembangkit Listrik Nuklir Iran Rusak Mendadak! Dikerjai Israel?

Pembangkit Listrik Nuklir Iran Rusak Mendadak! Dikerjai Israel? - GenPI.co
Pembangkit listrik nuklir Iran di kota Bushehr, yang berada di Selatan Teheran.(Foto: Reuters)

GenPI.co - Pembangkit listrik nuklir Iran di Bushehr ditutup secara darurat pada Minggu (20/6) kemarin.

Kantor Berita Fars Iran memberitakan, Organisasi Energi Atom Iran (AEO) melaporkan bahwa ditemukan cacat teknis di pembangkit listrik itu.

Akibatnya, fasilitas itu harus terputus dari jaringan listrik nasional.

AEO menyatakan bahwa pembangkit akan terhubung kembali ke jaringan listrik dalam beberapa hari ke depan.

Wakil koordinator Perusahaan Transmisi, Pembangkitan, dan Distribusi Tenaga Iran (TAVANIR) mengatakan, perbaikan terhadap kecacatan teknis itu akan dilakukan selama sekitar tiga hingga empat hari.

Insiden penutupan terjadi ketika Iran dan kekuatan dunia melanjutkan negosiasi untuk memperbarui kesepakatan nuklir Iran.

Dalam waktu yang sama, tokoh kontroversial Ebrahim Raisi terpilih sebagai Presiden Iran.

Raisi sendiri mendapat sanksi oleh Amerika Serikat atas pelanggaran hak asasi manusia.

Bulan lalu, kebakaran besar juga melanda pembangkit tenaga nuklir itu yang terletak di Bushehr.

Semantara pada Juli tahun lalu, Galangan Kapal Delvar yang juga berada di Bushehr mengalami hal yang sama.

Pada bulan Maret silam, Iran mengatakan Bushehr dapat berhenti beroperasi tahun ini karena masalah keuangan yang disebabkan oleh sanksi Amerika.

Sejumlah insiden kebakaran maupun ledakan terjadi secara beruntut di berbagai fasilitas Iran belakangan ini.

Pemerintah republik Islam menuding Israel berada di balik serangan-serangan tersebut

Sebuah dugaan serangan Israel terhadap kompleks nuklir Natanz pada bulan April, serta sejumlah serangan lain yang dilaporkan terhadap target Iran, pada awalnya dilaporkan sebagai "kecelakaan."

Fereydoon Abbasi-Davani, mantan kepala AEO, mengumumkan setelah serangan itu bahwa itu adalah serangan kelima di situs nuklir Natanz dalam waktu 15 tahun.(*)

Video populer saat ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara