Peneliti IPO: Aparat Kepolisian Harus Belajar dari Kasus Kemarin

Peneliti IPO: Aparat Kepolisian Harus Belajar dari Kasus Kemarin - GenPI.co
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Gatot Repli Handoko (tengah) (Ilustrasi)

GenPI.co - Peneliti Utama Indonesia Political Opinion (IPO) Catur Nugroho menanggapi aksi tangkap dari kepolisian kepada warga yang mengkritik Presiden Jokowi.

Menurut dia, aparat kepolisian seharusnya tidak berlebihan dalam menjalankan tugasnya dengan menangkap warga yang kritis terhadap pemerintah.

"Saya pikir aparat lagi-lagi bertindak reaktif terhadap kritik yang disampaikan masyarakat kepada pemerintah," ucap Catur kepada GenPI.co, Rabu (15/9).

BACA JUGA:  Suara Lantang Akademisi Sentil DPR dan Pemerintah Jokowi, Menohok

Catur menjelaskan polisi sebenarnya bisa belajar dari kasus mural sehingga mampu bekerja lebih baik.

Sebab, kata dia, penangkapan para pengkritik pemerintah itu tidak sesuai dengan keinginan Presiden Jokowi.

BACA JUGA:  Suara Lantang Wayan Sudirta Minta Pemerintah Sahkan UU PAS

"Seharusnya aparat kepolisian belajar dari kasus mural kemarin, yang malah kontraproduktif terhadap citra pemerintah dan kepolisian," jelasnya.

Sementara itu, Catur menilai apa pun bentuk kritik terhadap pemerintah harus mendapat ruang.

Sebab, kata dia, penyampaian pendapat terjadi lantaran ada yang tidak beres di pemerintah.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya
Nusantara