My Trip Story

Menggapai Puncak Merapi, Sembari Larut dalam Kemegahannya

Oleh: Winento

Pemandangan Puncak Merapi pada 2007 silam. (Foto: Winento/GenPI.co)
Pemandangan Puncak Merapi pada 2007 silam. (Foto: Winento/GenPI.co)

Sedangkan pada erupsi tahun 2010, kawah puncak Gunung Merapi memuntahkan material abu vulkanik mencapai 130 juta meter kubik,  Jarak luncur awan panas tak main-main, mencapai 15 kilometer menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY.

Bahkan jiwa  juru kunci Gunung Merapi turut tertelan dalam amukan wedhus gembel kala itu. Ia, siapa lagi kalau bukan Raden Ngabehi Hargo atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Maridjan.

Tiga tahun sebelum Merapi mengambil jiwa Mbah Maridjan, aku pernah menggapai puncaknya. Berada di pucuk Pulau Jawa, di ketinggian 2.930 mdpl memberikan rasa tersendiri. Sebuah perasaan yang kerap dialami setiap pendaki.Bagai berada di puncak dan kehidupan dengan segala hiruk-pikiknya berada di kaki kita. 

Kala itu, ada tiga jalur resmi untuk melakukan pendakian gunung tersebut. Pendaki bisa melalui  jalur Selo perbatasan Magelang-Boyolali, jalur Babadan dan jalur Kineharjo. 

Namun sejak erupsi 2010,  baik jalur Babadan dan Kineharjo sudah tak dimanfaatkan lagi. Di  Babadan hanya ada Pos Pemantauan saja. Sementara jalur Kineharjo memiliki trek  yang sangat ekstrem sehingga sulit untuk dilalui. Kini,  jalur Selo adalah satu-satunya jalan untuk menggapai puncak Merapi. 

Baca juga: Mencari Jejak Putri Mandalika



RELATED NEWS