Dibiarkan Tiga hari, Opak ini Tetap Renyah dan Enak

Dibiarkan Tiga hari, Opak ini Tetap Renyah dan Enak - GenPI.co
Opak kering yang siap dibakar.

Klesman tak melulu terkenal dengan kucai. Desa di  kecamatan Mojotengah, Wonosobo ini juga merupakan produsen opak ketan. Cemilan tradisional yang bahkan sudah merambah hingga luar Jawa.

Opak ketan berbeda dengan opak biasanya yang terbuat dari singkong. Sebagaimana namanya, opak ini terbuat dari bahan dasar beras ketan.  Pembuatannya pun unik karena tidak digoreng, melainkan dibakar diatas bara api hingga mengembang dan renyah.

Ada dua jenis opak ketan yaitu opak gurih dan opak angin.  Perbedaannya adalah jika opak ketan dibuat dengan beras ketan ditambah kelapa, sedangkan opak angin hanya dibuat dengan beras ketan ditambahkan gula atau garam sesuai selera.

Dibiarkan Tiga hari, Opak ini Tetap Renyah dan EnakNur Hayati dibantu anaknya sedang membungkus opak ketan.

Salah satu produsen opak, Nur Hayati mengaku sudah 40 tahun lebih  membuat opak. Ini adalah usaha usaha turun temurun nenek buyutnya. Opak yang diberi brand  ‘Opak Pak Muhtadi’ ini diperkirakan ada sejak zaman Kerajaan Mataram. Dua anak Nur Hayati juga sudah meneruskan usaha opak tersebut selama dua tahun terakhir. Salah satunya Tri Retnoningsih anak ke-4 nya.

Salah satu keunikan dari opak ketan adalah tidak mudah melempem. Bahkan jika dibiarkan di wadah terbuka selama tiga hari berturut-turut, kerenyahannya tetap terjaga. Opak ini juga sehat tak digoreng. Bahannya juga alami. Opak Klesman yang bercita rasa gurih dan ringan ini cocok sebagai camilan sambil minum teh atau kopi.

 “Saya berharap anak-anak saya kelak meneruskan usaha ini. Semoga kelak cucu-cucu saya juga meneruskan karena sudah menjadi tradisi keluarga,” harap Nur Hayati.

Menurut Nur, ada serangkaian proses rumit yang harus dilakukan.  Keahlian khusus pun dibutuhkan untuk menghasilkan opak ketan yang berkualitas. Cara tradisional juga masih dipakai, yaitu proses menumbuk beras ketan dan memarut kelapa. Alat untuk membakar opak juga merupakan alat buatan sendiri yang terbuat dari besi seperti panggangan daging, namun bentuknya bujur sangkar. Setelah adonan jadi dan dijemur hingga kering, adonan akan ditempatkan di alat tersebut dan dipanggang diatas bara hingga mengembang dan renyah.

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya

GenPI.co Nusantara

Jatim Jogja Bali Banten