3 Dampak Kenaikan Pertamax pada Ekonomi Negara, Waduh!

04 April 2022 14:35

GenPI.co - Pada 1 April 2022, BBM RON 92 Pertamax mengalami kenaikan menjadi Rp 12.500 per liter.

Hal itu diumumkan melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM N9z 62 K/12/MEM/2029 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.

Hal tersebut turut disoroti oleh Direktur Center of Economics and Law (Celios) Bhima Yudhistira.

BACA JUGA:  PKS Desak Pemerintah Revisi Kenaikan Harga Pertamax

Bhima menyebut ada tiga dampak dari kenaikan harga BBM RON 92 Pertamax tersebut.

1. Beralih ke Pertalite

"Dampak pertama, kelas menengah yang biasa menggunakan Pertamax akan turun kelas ke Pertalite," ujar Bhima kepada GenPI.co, Senin (4/4).

BACA JUGA:  Pengamat Bongkar Siasat Pertamina Naikkan Pertamax, Picu Inflasi

Menurutnya, migrasi itu bisa menyebabkan gangguan pada pasokan Pertalite yang berujung kelangkaan di SPBU.

"Kalau masyarakat migrasi ke Pertalite dan antre panjang, tandanya daya beli turun. Di sisi lain, pemerintah tidak siap menambah alokasi subsidi Pertalite," jelasnya.

2. Berdampak terhadap penjualan kendaraan bermotor

BACA JUGA:  Harga Pertamax Naik, Ekonom: Masyarakat Migrasi ke Pertalite

Keputusan konsumen untuk membeli mobil, khususnya di atas 1.500 cc, akan terpengaruh dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi.

"Misalnya, biasanya penjualan mobil naik menjelang momentum mudik. Namun, bisa saja tahun ini masyarakat akan beralih ke transportasi umum dibanding memiliki mobil pribadi," ungkapnya.

3. Konsumsi rumah tangga tergerus

Bhima menyebut kenaikan tersebut dapat berdampak terhadap turunnya konsumsi rumah tangga.

"Ini efeknya bisa sampai mengganggu omset barang elektronik dan pakaian," tambahnya.

Jika daya beli rumah tangga turun, seluruh output ekonomi akan terkena dampak, termasuk pengusaha.

"Jadi, ini bisa menyebabkan PHK di berbagai sektor," ucapnya.(*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co