Penyidik KPK Terlibat Suap, Rocky Gerung Kembali Sindir Jokowi

26 April 2021 06:20

GenPI.co - Pengamat politik Rocky Gerung angkat bicara terkait kasus suap yang menyeret penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju.

Ia menilai, kasus ini akan menjadi catatan buruk bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

BACA JUGA: Bisa Jadi Penyidik KPK Stepanus Tak Beraksi Sendiri. Alasannya...

Bahkan, pakar filsafat itu menyatakan bahwa kasus rasuah tersebut memupus harapan tentang pemberantasan korupsi di Indonesia. 

"Ini serius karena sejarah KPK jadi kelam," ujar Rocky dalam kanal pribadinya di YouTube, Minggu (25/4).

Menurut Rocky, masyarakat telah kehabisan kesabaran dalam melihat pemberantasan korupsi di Indonesia. 

Ia menyebut kasus suap kepada Stepanus itu tidak hanya buruk bagi KPK, tetapi juga kepada Presiden Jokowi.

"Bertumpuk-tumpuk kasus korupsi pada masa pemerintahannya (Jokowi, red). Pemberantasan korupsi dikebiri dengan pelemahan KPK dan akhirnya hal ini," kata mantan dosesn Universitas Indonesia itu. 

Rocky juga menyoroti banyaknya kasus korupsi menyangkut orang kuat yang tak terselesaikan pada masa pemerintahan Presiden Jokowi. 

Kalaupun ada pejabat tinggi yang diadili, hukumannya minimal dan memperoleh banyak keringanan.

"Jadi, komitmen pemberantasan korupsi itu hanya diucapkan di masa kampanye saja," tegasnya. 

Stepanus Robin Pattuju sendiri merupakan anggota Polri yang menjadi penyidik KPK. 

Polisi berpangkat AKP itu diduga menerima suap Rp 1,3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

BACA JUGA: Kronologi Lengkap Aliran Dana Suap Penyidik KPK, Simak!

Kasus suap itu bermula ketika KPK mengusut kasus dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai. 

Motif di balik suap untuk Stepanus itu ialah menghentikan penyelidikan KPK atas jual beli jabatan yang diduga menyeret Syahrial. (esy/jpnn)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Yasserina Rawie

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKAIT

Copyright © 2024 by GenPI.co