PPKM Sudah Longgar, Turis Asing Masih Diperketat Masuk Indonesia

PPKM Sudah Longgar, Turis Asing Masih Diperketat Masuk Indonesia - GenPI.co
Ilustrasi, suasana di salah satu bandara di masa pandemic covid-19 (Foto: Fauzan/Antara)

GenPI.co - Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, situasi pandemi covid-19 terus menunjukkan perbaikan. Hasil estimasi dari tim FKM UI menunjukkan angka reproduksi efektif Indonesia untuk pertama kalinya selama pandemi, berada di bawah 1, yakni sebesar 0,98.

“Berbagai capaian tersebut tentu harus kita syukuri. Namun demikian, Presiden dalam Ratas tadi pagi mengingatkan agar kita tetap waspada dan hati-hati. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujar Luhut dalam rapat terbatas, Senin (20/9).

Salah satu risiko berasal dari LN terutama melihat masih tingginya kasus covid-19 di negara-negara tetangga. Pemerintah, lanjut Luhut, juga tidak ingin lagi kecolongan lolosnya varian baru, seperti Mu dan Lambda, masuk ke Indonesia.

BACA JUGA:  PPKM Turun Level, Baca Aturan Berkunjung ke Mall dan Bioskop

Untuk mencegah hal itu terjadi, Pemerintah akan membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia dan memperketat proses karantina bagi warga negara asing maupun Indonesia yang datang dari LN.

Khusus untuk pintu masuk Udara hanya dibuka di Jakarta dan Manado, untuk Laut hanya di Batam dan Tanjung Pinang dan untuk Jalur Darat hanya dapat dibuka di Aruk, Entikong, Nunukan dan Motaain.

BACA JUGA:  Epidemiolog Sebut PPKM Sukses Besar Kendalikan Covid-19

“Proses karantina juga dijalankan dengan ketat tanpa terkecuali dengan waktu karantina 8 hari dan melakukan PCR sebanyak 3 kali,” imbuh Luhut.

Selain itu Pemerintah juga meningkatkan kapasitas karantina dan testing, terutama di pintu masuk darat. TNI dan Polri akan ditugaskan untuk  melakukan peningkatan pengawasan di jalur-jalur tikus, baik di darat maupun laut.

Sesuai arahan Presiden, kami di kabinet juga sudah diminta mengantisipasi kemungkinan terjadi gelombang baru ke depan. Berdasarkan salah satu studi di scientific report berjudul “Multiwave pandemic dynamics explained: how to tame the next wave of infectious diseases”, kunci menahan gelombang baru adalah mengendalikan jumlah kasus pada masa strolling (ketika kasus sedang rendah).

Tonton video ini:

Berita Selanjutnya

GenPI.co Nusantara

Jatim Jogja Bali Banten