Mengenang Kisah Heroik Pejuang Palembang Pertahankan Kemerdekaan

Monumen Perjuangan Rakyat (foto: Robby Sunata)
Monumen Perjuangan Rakyat (foto: Robby Sunata)

Sementara pihak TRI di Palembang, walaupun merupakan pasukan terkuat yang berada di luar pulau Jawa hanya bermodalkan senjata ringan dan menengah.

Senjata tersebut hasil rampasan dari Belanda dan Jepang serta senjata hasil membeli di pasar gelap Singapura yang diselundupkan masuk ke Palembang oleh Tong Djoe, seorang pengusaha lokal yang kelak mendirikan Pelni.

Mengenang Kisah Heroik Pejuang Palembang Pertahankan Kemerdekaan

RS Charitas tahun 1940-an (foto: rscharitas.com)

Perang 5 Hari 5 Malam

Perang dimulai pada pukul 11.00 WIB tanggal 1 Januari 1947. Seluruh pasukan TRI dan laskar bergerak mengepung semua posisi Belanda di kedua belah sungai Musi. 

Masyarakat tidak mengungsi karena dua jalan keluar dari Palembang dikuasai oleh Belanda, yaitu sungai Musi tempat kapal perang Belanda membuang sauh dan jalan darat ke arah Sekayu yang berada dalam pengawasan Skuadron udara Belanda.


Perang hari pertama belum membuahkan hasil positif bagi RI, Belanda masih bertahan pada posisinya. Namun berita peperangan segera menyebar ke pasukan TRI dan laskar lainnya di wilayah Sumatera bagian Selatan. Pasukan TRI dari Bandar Lampung, Lahat, Prabumulih, dan Kayuagung memutuskan untuk berangkat ke Palembang menggunakan kereta api.


Reporter : Robby Sunata

Redaktur : Linda Teti Cordina

RELATED NEWS