Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Kapal Siluman AS Kepung Laut China Selatan, Xi Jinping Mati Kutu

Kapal perang Amerika saat berada di Laut Cina Selatan. Foto: Reuters.
Kapal perang Amerika saat berada di Laut Cina Selatan. Foto: Reuters.

GenPI.co - Dua kelompok kapal induk Amerika Serikat (AS) meluncurkan latihan bersama di Laut China Selatan beberapa hari setelah kapal perang AS berlayar di dekat pulau-pulau yang dikuasai China di perairan yang disengketakan.
 
Kapal induk AS itu terdiri Theodore Roosevelt Carrier Strike Group dan Nimitz Carrier Strike Group yang melakukan banyak latihan dengan bertujuan untuk meningkatkan interoperabilitas antara aset serta kemampuan komando dan kontrol.

BACA JUGA: Sah! Parlemen Thailand Legalkan Aborsi

Latihan itu dilakukan beberapa hari setelah China mengutuk pelayaran kapal perusak USS John S McCain di dekat Kepulauan Paracel yang dikuasai China dalam apa yang disebut AS sebagai operasi kebebasan navigasi.

Jalur air yang sibuk, yang dilalui perdagangan global senilai 5,3 triliun dolar AS setiap tahun, adalah salah satu dari sejumlah titik nyala dalam hubungan AS-China.

AS telah membantah klaim teritorial China yang luas di wilayah tersebut, menuduhnya memiliterisasi Laut China Selatan dan mencoba mengintimidasi tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Vietnam, yang memiliki klaim yang tumpang tindih dengan China di wilayah yang kaya sumber daya.

"Kami berkomitmen untuk memastikan penggunaan yang sah dari laut yang dinikmati semua negara berdasarkan hukum internasional," kata komandan Nimitz Carrier Strike Group, Laksamana Muda Jim Kirk dalam keterangannya, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (9/2/2021).

Sementara, Kementerian Luar Negeri Beijing menanggapi pengerahan tersebut dengan mengatakan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk secara tegas menjaga kedaulatan dan keamanan nasional. Sedangkan, Presiden China, Xi Jinping belum merespon apapun soal itu.

Latihan terbaru juga dilakukan hanya beberapa hari setelah latihan perang ranjau terpisah antara Angkatan Laut AS dan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang di lepas pantai barat daya Jepang.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING