Yandex Metrics
GenPI.co App
Aplikasi Berita Terbaru dan Terpopuler
Dapatkan di Play Store atau Apps Store

Cerita Anak-anak India, Tiap Hari Gemetar Lihat Korban Corona

Seorang pasien dengan masalah pernapasan dibawa ke rumah sakit Covid-19 untuk perawatan, di tengah pandemi penyakit virus corona, Ahmedabad, India, Rabu (14/4/2021). Foto: ANTARA/Reuters/Amit Dave.
Seorang pasien dengan masalah pernapasan dibawa ke rumah sakit Covid-19 untuk perawatan, di tengah pandemi penyakit virus corona, Ahmedabad, India, Rabu (14/4/2021). Foto: ANTARA/Reuters/Amit Dave.

GenPI.co - India menjadi salah satu negara yang paling terdampak karena virus corona. Dilaporkan juga banyak anak-anak disana yang menderita karena orangtuanya meninggal dunia.

Seperti Shyam, 17 tahun, menjadi salah satu dari ribuan anak yang terancam hidup di jalanan India.

BACA JUGA:  Merinding, Jeritan Semua Warga Frustasi, India Dibuat Tumbang

Ayah dan ibunya Shyam telah meninggalkan keluarganya akibat terinfeksi corona di Gudhiyari, sebuah desa di Raipur di negara bagian Chhattisgarh.

“Saya memang pergi ke sekolah secara teratur. Tetapi kemudian ayah dan ibu saya meninggalkan kami selamanya dan kami tidak tahu untuk waktu yang lama di mana dia berada. Banyak jasad yang bergelimpangan di jalan. Kami sangat takut dan gemetar melihatnya," ujar Shyam, seperti dilansir dari Aljazeera, Jumat (4/6/2021).

Sementara, sebuah studi tahun 2009 yang dilakukan oleh Railway Children India (RCI), sebuah organisasi hak anak yang membantu anak-anak yang berisiko di stasiun kereta api, anak jalanan dan penghuni kumuh, menemukan bahwa ada 121.860 anak-anak tanpa miliki rumah tinggal.

BACA JUGA:  Keren Nih Gebrakan Penting India Lawan Corona, Sangat Menakjubkan

“Anak-anak ini telah melarikan diri atau telah ditelantarkan dan langsung dihadapkan pada kemungkinan kekerasan, eksploitasi, perdagangan manusia, dan pelecehan,” kata Navin Sellaraju selaku CEO RCI.

Shyam sendiri adalah salah satu yang 'beruntung'. Dia diselamatkan oleh The Railway Children (RCI). Dia juga mendapatka konseling dan terdaftar di sekolah pelatihan kejuruan di kota tetangga Durg yang dijalankan oleh organisasi non-pemerintah (LSM) lokal, Chetna Women and Children Society.

Perlu diketahui juga, anak-anak di India, terutama yang berasal dari komunitas terpinggirkan, mengalami kesulitan bahkan sebelum pandemi Covid-19. Data dari Sensus terakhir tahun 2011 menunjukkan bahwa India memiliki 10,1 juta pekerja anak.


Share to LINE LINE Share to WhatsApp WhatsApp

BERITA LAINNYA

TANYA AHLI

Berita Tentang Komunitas Terbaru dan Terkini Hari ini


PARENTING